Pasar Saham AS Terpuruk Setelah Euforia Kemenangan Trump Menghilang
Bisnis
Ekonomi Makro
12 Mar 2025
26 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Pasar saham mengalami penurunan setelah pemilihan Trump, menunjukkan kekhawatiran investor.
Kebijakan perdagangan Trump dapat memicu resesi, yang berdampak negatif pada sektor keuangan.
Hubungan antara pemimpin bisnis dan politik dapat mempengaruhi kinerja perusahaan di pasar.
Euforia yang muncul setelah pemilihan Donald Trump sebagai presiden kini mulai memudar, dan para investor khawatir bahwa perang dagang yang dipicu oleh Trump dapat menyebabkan resesi di AS. Indeks saham S&P 500 mengalami penurunan tajam, menghapus semua keuntungan yang didapat sejak Trump terpilih. Banyak analis, seperti Art Hogan, mengatakan bahwa meskipun ada harapan untuk pertumbuhan ekonomi, hasil positif dari kebijakan pro-bisnis belum terlihat, sementara dampak negatif dari kebijakan perlindungan mulai muncul.
Salah satu contoh adalah perusahaan mobil listrik Tesla, yang awalnya diperkirakan akan diuntungkan oleh kemenangan Trump, tetapi kini mengalami penurunan penjualan dan harga sahamnya. Selain itu, meskipun Trump mengubah sikapnya dan mendukung cryptocurrency, harga Bitcoin tetap rendah. Para investor merasa kecewa karena pemerintah Trump belum mengumumkan kebijakan yang mendukung cryptocurrency, dan kekhawatiran akan resesi membuat banyak bank besar kehilangan keuntungan yang mereka dapatkan sejak pemilihan.
Analisis Ahli
Art Hogan
Kebijakan proteksionisme Trump menjadi beban pertama yang muncul di pasar sehingga pelemahan saham lebih dominan daripada tanda-tanda positif ekonomi.Sam Burns
Naiknya pasar pasca-eleksi adalah mini-bubble yang tidak didasari oleh fundamental kuat, dan hubungan dekat Elon Musk dengan Trump juga membawa risiko bagi Tesla.Patrick Donlon
Pasar mulai selektif dalam menilai pemenang nyata di bawah pemerintahan Trump saat ketakutan resesi menggantikan optimisme.