Morgan Stanley Prediksi Saham AS Bisa Turun 5% Akibat Tarif dan Risiko Fiskal
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
10 Mar 2025
296 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Pasar saham AS berisiko mengalami penurunan lebih lanjut akibat tarif dan pengeluaran fiskal yang lebih rendah.
Michael Wilson memperkirakan S&P 500 akan mencapai titik terendah sekitar 5.500 poin sebelum pulih.
Volatilitas di pasar diperkirakan akan berlanjut seiring dengan ketidakpastian pertumbuhan ekonomi.
Saham-saham di AS berisiko turun sekitar 5% karena kekhawatiran tentang dampak tarif dan pengurangan pengeluaran fiskal terhadap pendapatan perusahaan, menurut Michael Wilson dari Morgan Stanley. Ia memperkirakan indeks S&P 500 akan mencapai titik terendah sekitar 5.500 poin pada paruh pertama tahun ini, sebelum pulih menjadi 6.500 poin pada akhir 2025. Meskipun ada potensi kenaikan 13% dari level saat ini, Wilson memperingatkan bahwa pasar akan mengalami volatilitas karena risiko pertumbuhan yang mungkin memburuk sebelum membaik.
Wilson juga menyebutkan bahwa jika terjadi resesi, indeks S&P 500 bisa turun hingga 20%. Saham-saham AS telah tertinggal dibandingkan dengan pasar internasional tahun ini, terutama karena kekhawatiran tentang valuasi perusahaan teknologi. Meskipun demikian, ia percaya bahwa pola musiman menunjukkan bahwa revisi pendapatan dan kinerja S&P 500 bisa membaik dalam beberapa minggu ke depan.
Analisis Ahli
Michael Wilson
Pasar saham AS berpotensi mengalami tekanan tajam hingga penurunan 20% jika resesi benar terjadi, namun masih ada peluang pemulihan pada akhir 2025 seiring membaiknya revisi pendapatan dan kondisi pasar.