Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Morgan Stanley Prediksi Saham AS Bisa Turun 5% Akibat Tarif dan Risiko Fiskal

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
News Publisher
10 Mar 2025
224 dibaca
1 menit
Morgan Stanley Prediksi Saham AS Bisa Turun 5% Akibat Tarif dan Risiko Fiskal

AI summary

Pasar saham AS berisiko mengalami penurunan lebih lanjut akibat tarif dan pengeluaran fiskal yang lebih rendah.
Michael Wilson memperkirakan S&P 500 akan mencapai titik terendah sekitar 5.500 poin sebelum pulih.
Volatilitas di pasar diperkirakan akan berlanjut seiring dengan ketidakpastian pertumbuhan ekonomi.
Saham-saham di AS berisiko turun sekitar 5% karena kekhawatiran tentang dampak tarif dan pengurangan pengeluaran fiskal terhadap pendapatan perusahaan, menurut Michael Wilson dari Morgan Stanley. Ia memperkirakan indeks S&P 500 akan mencapai titik terendah sekitar 5.500 poin pada paruh pertama tahun ini, sebelum pulih menjadi 6.500 poin pada akhir 2025. Meskipun ada potensi kenaikan 13% dari level saat ini, Wilson memperingatkan bahwa pasar akan mengalami volatilitas karena risiko pertumbuhan yang mungkin memburuk sebelum membaik.Wilson juga menyebutkan bahwa jika terjadi resesi, indeks S&P 500 bisa turun hingga 20%. Saham-saham AS telah tertinggal dibandingkan dengan pasar internasional tahun ini, terutama karena kekhawatiran tentang valuasi perusahaan teknologi. Meskipun demikian, ia percaya bahwa pola musiman menunjukkan bahwa revisi pendapatan dan kinerja S&P 500 bisa membaik dalam beberapa minggu ke depan.

Experts Analysis

Michael Wilson
Pasar saham AS berpotensi mengalami tekanan tajam hingga penurunan 20% jika resesi benar terjadi, namun masih ada peluang pemulihan pada akhir 2025 seiring membaiknya revisi pendapatan dan kondisi pasar.
Editorial Note
Ini adalah sinyal peringatan penting bagi investor untuk bersiap menghadapi volatilitas pasar yang tinggi dan penurunan harga saham yang mungkin terjadi akibat ketidakpastian ekonomi global. Strategi diversifikasi dan kesiapsiagaan terhadap potensi risiko pasar harus menjadi prioritas utama dalam pengambilan keputusan investasi saat ini.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.