Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Prospek Laba Perusahaan AS Menurun, Pasar Saham Terancam Gejolak

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
YahooFinance YahooFinance
15 Mar 2025
291 dibaca
1 menit
Prospek Laba Perusahaan AS Menurun, Pasar Saham Terancam Gejolak

Rangkuman 15 Detik

Kepercayaan investor terhadap laba perusahaan mulai menurun.
Perusahaan penerbangan mengalami penurunan proyeksi laba akibat permintaan yang melemah.
Proyeksi laba untuk S&P 500 mungkin perlu diturunkan lebih lanjut karena dampak kebijakan tarif.
Kepercayaan Wall Street terhadap keuntungan perusahaan di Amerika Serikat mulai menurun, yang bisa menyebabkan lebih banyak ketidakstabilan di pasar saham. Meskipun proyeksi keuntungan perusahaan secara umum masih positif, banyak analis yang terus menurunkan harapan mereka untuk hasil perusahaan dalam 12 bulan ke depan. Dalam 22 dari 23 minggu terakhir, jumlah penurunan proyeksi keuntungan untuk perusahaan S&P 500 lebih banyak dibandingkan dengan yang meningkat. Hal ini terjadi setelah kekhawatiran tentang dampak kebijakan tarif Presiden Donald Trump yang menyebabkan penurunan indeks S&P 500 sekitar 8% dari rekor tertinggi bulan lalu. Beberapa perusahaan, seperti American Airlines dan Delta Air Lines, telah memberikan sinyal negatif dengan memperkirakan kerugian yang lebih besar dari yang diharapkan. Meskipun analis masih memperkirakan kenaikan keuntungan S&P 500 sebesar 10% pada tahun 2025, banyak yang percaya bahwa proyeksi tersebut mungkin perlu diturunkan lebih lanjut. Investor juga mulai mencari tempat yang lebih aman untuk uang mereka, seperti emas dan obligasi pemerintah, menunjukkan bahwa mereka bersiap untuk kemungkinan penurunan lebih lanjut di pasar saham.

Analisis Ahli

David Kostin
Penurunan prediksi pertumbuhan laba dari 11% ke 9% dan revisi target indeks menunjukkan bahwa risiko penurunan masih nyata dan pasar perlu bersiap menghadapi skenario negatif.
Michael Shaoul
Penurunan pasar lebih disebabkan oleh pengurangan investasi di saham megakapitalisasi AS dan pergeseran ke pasar lain, sehingga dampak laba saat ini belum sepenuhnya tercermin dalam harga saham.