Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pasar Saham AS Fluktuatif, Analis Khawatir Dampak Kebijakan Trump dan Data Ekonomi

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
investment-and-capital-markets (1y ago) investment-and-capital-markets (1y ago)
11 Mar 2025
42 dibaca
1 menit
Pasar Saham AS Fluktuatif, Analis Khawatir Dampak Kebijakan Trump dan Data Ekonomi

Rangkuman 15 Detik

Citigroup dan HSBC menurunkan pandangan mereka terhadap saham AS menjadi netral.
S&P 500 dan Nasdaq 100 mengalami penurunan signifikan, mencerminkan kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi.
Meskipun ada ketidakpastian, beberapa investor masih membeli saham di S&P 500 dengan harapan pemulihan.
Saham-saham di AS mengalami fluktuasi pada perdagangan awal Selasa setelah mengalami penurunan kecil. Beberapa analis dari Citigroup dan HSBC memperingatkan bahwa saham-saham di AS mungkin akan kesulitan dalam waktu dekat, dan mereka menurunkan pandangan mereka terhadap saham AS menjadi netral. Mereka mengkhawatirkan data ekonomi yang negatif dan kebijakan perdagangan yang tidak pasti dari pemerintah, yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi. Indeks S&P 500 turun 0,1%, sementara Nasdaq 100 naik 0,3%, meskipun Nasdaq telah mengalami penurunan lebih dari 10% tahun ini. Meskipun banyak investor merasa pesimis tentang pasar saham AS, beberapa masih optimis dan membeli saham pada harga yang lebih rendah. Mereka percaya bahwa data ekonomi dan investasi bisnis masih mendukung pertumbuhan. Namun, ada juga kekhawatiran tentang kemungkinan resesi di AS, meskipun beberapa analis dari BlackRock berpendapat bahwa pasar tenaga kerja masih kuat dan laba perusahaan tetap baik.

Analisis Ahli

Michael Wilson
Memperingatkan jalur pasar yang bergejolak karena risiko perlambatan pertumbuhan yang bisa memburuk sebelum membaik.
Mark Richards
Menilai pasar belum mencapai tingkat bearish ekstrem, meski volatilitas tinggi terjadi akibat pelepasan faktor besar di berbagai aset.
Jean Boivin dan Wei Li
Optimistis bahwa kekuatan pendapatan korporasi dan adopsi AI akan menopang pasar saham AS meskipun ketidakpastian kebijakan meningkat.