Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Risiko Resesi Meningkat Akibat Kebijakan Tarif dan Pemutusan Kerja di AS

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (1y ago) macro-economics (1y ago)
09 Mar 2025
133 dibaca
1 menit
Risiko Resesi Meningkat Akibat Kebijakan Tarif dan Pemutusan Kerja di AS

Rangkuman 15 Detik

Kebijakan tarif Trump dapat menyebabkan ketidakpastian ekonomi dan meningkatkan risiko resesi.
Investor beralih ke obligasi jangka pendek sebagai respons terhadap penurunan kepercayaan pada pertumbuhan ekonomi.
Federal Reserve mungkin perlu memangkas suku bunga untuk mendukung ekonomi yang melambat.
Para pedagang obligasi di AS semakin khawatir bahwa ekonomi negara tersebut akan melambat akibat kebijakan tarif yang kacau dari Presiden Donald Trump dan pemotongan anggaran pemerintah. Setelah sebelumnya ada harapan akan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat, kini banyak yang memperkirakan bahwa Federal Reserve akan mulai menurunkan suku bunga untuk mencegah resesi. Hal ini terlihat dari penurunan tajam imbal hasil obligasi jangka pendek, yang menunjukkan bahwa investor lebih memilih obligasi tersebut sebagai langkah aman. Meskipun ada laporan bahwa pertumbuhan pekerjaan masih stabil, ada tanda-tanda bahwa pasar tenaga kerja mulai melemah. Banyak orang yang kehilangan pekerjaan permanen, dan jumlah pekerja di sektor pemerintah juga menurun. Para analis percaya bahwa kebijakan tarif yang diterapkan Trump dapat menyebabkan inflasi dan mengganggu rantai pasokan global, yang berpotensi memperburuk kondisi ekonomi.

Analisis Ahli

Gennadiy Goldberg
Pasar sudah berubah dari optimisme pertumbuhan menjadi kekhawatiran resesi yang nyata, menunjukkan pergeseran sentimen yang signifikan akibat kebijakan pemerintah saat ini.
Tracy Chen
Kombinasi tarif dan pemotongan tenaga kerja meningkatkan risiko resesi karena membebani pertumbuhan sebelum manfaat pajak dirasakan.
Jerome Powell
Ekonomi tetap kuat meskipun ada ketidakpastian, sehingga Federal Reserve tidak terburu-buru menurunkan suku bunga.