Kebijakan Tarif Trump Picu Kekhawatiran Resesi, Pasar Obligasi Bereaksi Tajam
Bisnis
Ekonomi Makro
09 Mar 2025
95 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Kebijakan tarif Trump dapat meningkatkan risiko resesi di AS.
Investor beralih ke obligasi jangka pendek sebagai respons terhadap ketidakpastian ekonomi.
Federal Reserve mungkin perlu memotong suku bunga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang melambat.
Para pedagang obligasi menunjukkan bahwa ada risiko meningkat bahwa ekonomi AS akan melambat akibat kebijakan tarif yang kacau dan pemotongan anggaran pemerintah oleh Presiden Donald Trump. Setelah awal kepresidenan Trump yang penuh harapan, kini banyak yang khawatir tentang kemungkinan resesi. Pedagang beralih ke obligasi jangka pendek, yang menyebabkan penurunan imbal hasil, karena mereka memperkirakan Federal Reserve akan mulai menurunkan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Meskipun ada laporan bahwa pertumbuhan pekerjaan masih stabil, ada tanda-tanda bahwa pasar tenaga kerja mulai melemah. Kebijakan tarif Trump, yang awalnya dianggap dapat meningkatkan inflasi, kini dipandang sebagai ancaman bagi pertumbuhan ekonomi. Para analis memperingatkan bahwa jika kebijakan ini terus berlanjut, risiko resesi akan semakin tinggi.
Analisis Ahli
Gennadiy Goldberg
Pasar berubah dari optimisme tentang pertumbuhan menjadi kekhawatiran serius terhadap resesi, menandakan pergeseran sentimen pasar yang signifikan.Tracy Chen
Urutan kebijakan Trump yang diawali dengan tarif kemudian pemotongan pajak meningkatkan risiko resesi secara keseluruhan.Edward Harrison
Data pekerjaan yang buruk mendukung ekspektasi pemotongan suku bunga oleh Fed dan memberi tekanan negatif pada pasar ekuitas.