Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Data Pekerjaan AS Lemah Dorong Harapan Pemotongan Suku Bunga Fed 2025

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (1y ago) macro-economics (1y ago)
07 Mar 2025
265 dibaca
1 menit
Data Pekerjaan AS Lemah Dorong Harapan Pemotongan Suku Bunga Fed 2025

Rangkuman 15 Detik

Laporan pekerjaan menunjukkan tanda-tanda kelemahan yang mempengaruhi ekspektasi pemotongan suku bunga.
Pasar obligasi merespons dengan kenaikan harga dan penurunan imbal hasil.
Ketidakpastian ekonomi dan kebijakan perdagangan dapat mempengaruhi pasar keuangan secara signifikan.
US Treasuries mengalami kenaikan setelah laporan pekerjaan bulanan menunjukkan tanda-tanda kelemahan, yang membuat para trader berharap bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga tahun ini. Meskipun ada penurunan dalam penciptaan lapangan kerja dan tingkat pengangguran yang meningkat, pasar tenaga kerja secara keseluruhan masih terlihat stabil. Para trader memperkirakan bahwa akan ada tiga penurunan suku bunga sebesar seperempat poin dalam tujuh pertemuan kebijakan yang tersisa tahun ini, dengan kemungkinan penurunan pertama terjadi pada bulan Mei. Suku bunga Treasury dua tahun berada di sekitar 3,93% setelah sebelumnya turun. Meskipun ada ketidakpastian mengenai penurunan suku bunga karena inflasi masih di atas target, banyak investor yang optimis bahwa pemotongan pengeluaran pemerintah akan berdampak pada ekonomi. Sekretaris Keuangan AS, Scott Bessent, menyatakan bahwa negara telah terlalu bergantung pada pengeluaran pemerintah dan akan ada penyesuaian alami saat beralih dari kebiasaan tersebut.

Analisis Ahli

Angelo Manolatos
Pasar fokus pada kenaikan tingkat pengangguran dan potensi pelemahan lanjutan di sektor pekerjaan pemerintah, yang berpotensi memperpanjang tekanan bagi ekonomi.
Kathy Jones
Pasar obligasi diprediksi akan bergerak dalam rentang yang sempit untuk sementara, menunggu kepastian arah kebijakan suku bunga Fed.
Kevin Flanagan
Data pekerjaan yang lebih lemah dari perkiraan memberikan sinyal yang cukup bagi pasar obligasi untuk melakukan pembelian sebagai bentuk perlindungan dari risiko penurunan ekonomi.