AI summary
Kebijakan tarif Trump dapat memicu resesi dan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Investor beralih ke obligasi jangka pendek sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar. Federal Reserve mungkin perlu menyesuaikan suku bunga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang melambat. Para pedagang obligasi menunjukkan bahwa ada risiko meningkat bahwa ekonomi AS akan melambat akibat kebijakan tarif yang kacau dari Presiden Donald Trump dan pemotongan anggaran pemerintah. Setelah awal kepresidenan Trump yang penuh harapan, kini banyak yang khawatir tentang kemungkinan resesi. Pedagang beralih ke obligasi jangka pendek, yang menyebabkan penurunan imbal hasil obligasi dua tahun, karena mereka memperkirakan Federal Reserve akan mulai menurunkan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.Kebijakan perdagangan Trump, yang dapat menyebabkan inflasi dan gangguan pada rantai pasokan global, juga berkontribusi pada penurunan pasar saham. Meskipun ada laporan bahwa pertumbuhan pekerjaan masih ada, ada tanda-tanda bahwa pasar tenaga kerja mulai melemah. Banyak yang percaya bahwa kebijakan tarif yang diterapkan saat ini lebih berisiko menyebabkan resesi daripada mendorong inflasi, yang merupakan perubahan besar dalam pandangan pasar.
Kebijakan ekonomi yang tidak konsisten dari pemerintahan saat ini jelas menciptakan ketidakpastian yang besar di pasar keuangan dan ekonomi riil. Kondisi ini membutuhkan pengawasan ketat dan kebijakan fiskal serta moneter yang lebih terkoordinasi agar dapat meminimalkan risiko resesi yang semakin mengkhawatirkan.