Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kebijakan Trump Picu Kekhawatiran Resesi, Pasar Obligasi AS Berubah Drastis

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (1y ago) macro-economics (1y ago)
09 Mar 2025
69 dibaca
1 menit
Kebijakan Trump Picu Kekhawatiran Resesi, Pasar Obligasi AS Berubah Drastis

Rangkuman 15 Detik

Kebijakan tarif Trump dapat memicu resesi dan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.
Investor beralih ke obligasi jangka pendek sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar.
Federal Reserve mungkin perlu menyesuaikan suku bunga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang melambat.
Para pedagang obligasi menunjukkan bahwa ada risiko meningkat bahwa ekonomi AS akan melambat akibat kebijakan tarif yang kacau dari Presiden Donald Trump dan pemotongan anggaran pemerintah. Setelah awal kepresidenan Trump yang penuh harapan, kini banyak yang khawatir tentang kemungkinan resesi. Pedagang beralih ke obligasi jangka pendek, yang menyebabkan penurunan imbal hasil obligasi dua tahun, karena mereka memperkirakan Federal Reserve akan mulai menurunkan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Kebijakan perdagangan Trump, yang dapat menyebabkan inflasi dan gangguan pada rantai pasokan global, juga berkontribusi pada penurunan pasar saham. Meskipun ada laporan bahwa pertumbuhan pekerjaan masih ada, ada tanda-tanda bahwa pasar tenaga kerja mulai melemah. Banyak yang percaya bahwa kebijakan tarif yang diterapkan saat ini lebih berisiko menyebabkan resesi daripada mendorong inflasi, yang merupakan perubahan besar dalam pandangan pasar.

Analisis Ahli

Gennadiy Goldberg
Pasar beralih dari optimisme pertumbuhan menjadi ketakutan resesi yang nyata karena kebijakan yang membingungkan dan menghambat.
Tracy Chen
Kombinasi tarif dan pemotongan fiskal sebelum memberi stimulus dapat memperbesar risiko resesi.
Jerome Powell
Saat ini ekonomi masih dalam kondisi baik tetapi ketidakpastian cukup tinggi sehingga Fed tidak akan terburu-buru menurunkan suku bunga.