Yield Obligasi Jepang Diprediksi Capai 2% Tahun Ini, Bersaing dengan China
Bisnis
Ekonomi Makro
07 Mar 2025
23 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Suku bunga obligasi Jepang diperkirakan akan mendekati 2% pada akhir tahun ini.
Kondisi ekonomi China yang lemah menyebabkan suku bunga obligasi mereka turun ke level terendah.
Investor Jepang mungkin perlu menyesuaikan strategi mereka seiring dengan perubahan suku bunga obligasi.
Investor Jepang memperkirakan bahwa imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun akan naik hingga 2% tahun ini. Ini adalah perubahan besar bagi pasar Jepang yang sebelumnya dikenal dengan suku bunga negatif. Kenaikan ini dipicu oleh tren global dan kemungkinan kenaikan suku bunga dari Bank of Japan. Jika imbal hasil mencapai 2%, obligasi China akan menjadi yang terendah di antara pasar besar lainnya, karena imbal hasilnya saat ini sekitar 1,7%.
Para analis percaya bahwa pertumbuhan ekonomi yang ambisius di China akan mendorong stimulus moneter, yang dapat menurunkan imbal hasil lebih lanjut. Di Jepang, ada kekhawatiran bahwa peningkatan pengeluaran pemerintah, terutama untuk pertahanan, dapat menyebabkan lebih banyak obligasi diterbitkan, yang pada gilirannya akan meningkatkan imbal hasil. Para trader juga mulai mengubah posisi mereka untuk bersiap menghadapi kemungkinan lonjakan imbal hasil obligasi.
Analisis Ahli
Masayuki Koguchi
Yields jangka panjang Jepang akan mencapai hampir 2% berdasarkan tren inflasi dan pertumbuhan nominal serta respons pasar terhadap perubahan kebijakan moneter global.Hiroshi Namioka
Tidak mengherankan jika yields jangka panjang naik ke 1,8% tahun ini dengan melihat kurva imbal hasil obligasi dan kondisi ekonomi Jepang.Ryutaro Kimura
Ekspansi fiskal, khususnya peningkatan belanja pertahanan, akan memaksa Jepang menerbitkan lebih banyak obligasi sehingga mendorong kenaikan yield.