Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pasar Obligasi Global Kocar-Kacir, Yield Jepang Tembus Level Tertinggi 14 Tahun

Bisnis
Ekonomi Makro
News Publisher
06 Mar 2025
171 dibaca
1 menit
Pasar Obligasi Global Kocar-Kacir, Yield Jepang Tembus Level Tertinggi 14 Tahun

AI summary

Pasar obligasi global mengalami penjualan besar-besaran yang dipicu oleh lonjakan imbal hasil bund Jerman.
Rencana pengeluaran besar-besaran Jerman dapat mempengaruhi ekspektasi suku bunga di Eropa.
Pasar saham Asia menunjukkan reaksi positif terhadap penundaan tarif AS, mencerminkan harapan akan dukungan pemerintah.
Pasar obligasi global mengalami penjualan besar-besaran di Asia, dengan imbal hasil obligasi Jepang mencapai level tertinggi dalam lebih dari satu dekade. Penjualan ini dipicu oleh penurunan tajam pada obligasi Jerman, yang membuat imbal hasilnya naik signifikan. Sementara itu, saham di Asia mengalami kenaikan setelah penundaan tarif AS terhadap Meksiko dan Kanada. Di Jepang, imbal hasil obligasi 10 tahun mencapai 1,5%, tertinggi sejak 2009, seiring dengan meningkatnya inflasi dan biaya pinjaman.Di pasar saham, indeks di Jepang, Korea Selatan, dan Hong Kong semuanya naik, dengan harapan akan adanya langkah-langkah dukungan dari pemerintah China. Namun, saham teknologi di AS mengalami penurunan setelah beberapa perusahaan, seperti Marvell Technology, memberikan proyeksi pendapatan yang mengecewakan. Sementara itu, dolar AS stabil setelah mengalami penurunan, dan harga minyak serta emas sedikit meningkat.

Experts Analysis

Jamie Searle
Pernyataan 'apapun yang diperlukan' oleh pemimpin Jerman berbeda dengan Draghi karena kini menjadi peringatan terhadap valuasi obligasi, bukan justru menurunkan kekhawatiran.
Laura Wang
Fokus China pada inovasi teknologi dan konsumsi berpotensi menjadi pendongkrak stabilitas pasar saham di tengah tekanan ekonomi global.
Editorial Note
Penjualan besar obligasi Jerman menandakan kekhawatiran investor akan lonjakan pengeluaran pemerintah yang bisa memicu inflasi lebih tinggi dan menaikkan suku bunga pinjaman. Di sisi lain, penguatan pasar saham Asia menunjukkan investor tetap mencari peluang di tengah ketidakpastian geopolitik, mencerminkan dinamika risiko dan peluang yang kompleks.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.