Yield Obligasi Jepang dan Jerman Melonjak: Sinyal Kenaikan Suku Bunga Global
Bisnis
Ekonomi Makro
06 Mar 2025
223 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Yield obligasi Jepang mencapai level tertinggi sejak 2009.
Bund Jerman mengalami penjualan terburuk sejak setelah jatuhnya Tembok Berlin.
Investor menunjukkan kewaspadaan menjelang lelang obligasi 30 tahun Jepang.
Yield obligasi pemerintah 10 tahun Jepang mencapai 1,5%, tertinggi sejak Juni 2009, seiring dengan penurunan besar pada obligasi Jerman. Yield obligasi Jerman naik hingga 31 basis poin, yang mempengaruhi kenaikan yield secara global. Kenaikan ini terjadi karena perubahan besar dalam rencana belanja Jerman untuk pertahanan dan infrastruktur. Sementara itu, yield obligasi Jepang juga meningkat karena spekulasi bahwa Bank of Japan akan terus menaikkan suku bunga.
Deputi Gubernur Bank of Japan, Shinichi Uchida, mengindikasikan bahwa suku bunga acuan akan terus naik secara bertahap. Investor merasa was-was menjelang lelang obligasi 30 tahun yang akan datang, karena dampak dari kenaikan yield obligasi Jerman yang cukup signifikan. Hal ini membuat pasar obligasi global menjadi lebih hati-hati.
Analisis Ahli
Masayuki Koguchi
Perkembangan di pasar obligasi Jerman sangat tidak terduga dan menuntut para investor untuk segera menyesuaikan strategi mereka, terutama karena aksi jual US Treasury juga meningkat, memperlihatkan dinamika pasar yang berubah cepat.