Bank of Japan Santai Hadapi Kenaikan Imbal Hasil Obligasi Pemerintah Jepang
Bisnis
Ekonomi Makro
12 Mar 2025
180 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Bank of Japan tidak berencana untuk mengambil tindakan terhadap kenaikan yield obligasi saat ini.
Kenaikan yield dianggap mencerminkan pandangan pasar tentang ekonomi dan inflasi.
Ekonom memperkirakan suku bunga terminal dalam siklus ini akan meningkat menjadi 1,25%.
Gubernur Bank of Japan, Kazuo Ueda, menyatakan bahwa dia tidak terlalu khawatir tentang kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang yang mencapai level tertinggi sejak 2008. Ueda menjelaskan bahwa kenaikan ini mencerminkan pandangan pasar tentang ekonomi dan inflasi, serta perubahan suku bunga di luar negeri. Dia menegaskan bahwa Bank of Japan (BOJ) tidak berencana untuk campur tangan di pasar obligasi, meskipun imbal hasil telah melewati ambang batas 1,5%.
Ueda juga menyebutkan bahwa pergerakan imbal hasil obligasi adalah hal yang wajar dan mencerminkan ekspektasi pasar terhadap suku bunga jangka pendek. Meskipun tidak ada rencana untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, BOJ akan terus memantau pasar obligasi karena masih memegang sekitar setengah dari semua utang pemerintah yang beredar.
Analisis Ahli
Richard Katz
Kenaikan imbal hasil adalah wujud pasar yang menyesuaikan dengan realitas ekonomi global, namun BOJ harus hati-hati agar tidak sampai kehilangan kontrol atas stabilitas pasar domestik.Sayuri Shirai
BOJ berada di jalur yang benar dengan membiarkan pasar menentukan tingkat imbal hasil, asalkan kebijakan moneter tetap fleksibel jika kondisi ekonomi berubah drastis.