Malaysia Siapkan Strategi Hadapi Tarif AS dan Kembangkan Industri Data AI
Bisnis
Ekonomi Makro
06 Mar 2025
59 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Malaysia sedang berupaya mengatasi dampak tarif semikonduktor dari AS terhadap ekonominya.
Permintaan untuk kecerdasan buatan mendorong pertumbuhan pusat data di Malaysia.
Perusahaan teknologi besar berinvestasi di Malaysia, memperkuat posisinya sebagai pusat teknologi di Asia Tenggara.
Menteri Perdagangan Malaysia, Tengku Zafrul Aziz, mengatakan bahwa Malaysia sedang berdiskusi dengan perusahaan chip di negara tersebut mengenai kemungkinan tarif yang akan dikenakan oleh Amerika Serikat pada semikonduktor. Tarif ini bisa mencapai 25% atau lebih, dan hal ini dapat mempengaruhi ekspor Malaysia yang mengirimkan chip senilai Rp 270.54 triliun ($16,2 miliar) ke AS tahun lalu. Tengku Zafrul menyatakan bahwa biaya tambahan akibat tarif ini harus ditanggung oleh konsumen atau perusahaan, tetapi pemerintah belum memutuskan apakah akan memberikan dukungan finansial untuk mengatasi masalah ini.
Di sisi lain, Tengku Zafrul juga menyebutkan bahwa pusat data di Malaysia tidak akan terpengaruh oleh pembatasan ekspor chip canggih dari AS, karena permintaan untuk kecerdasan buatan (AI) tetap tinggi. Malaysia sedang berkembang menjadi pusat utama untuk pusat data dan pabrik AI di Asia Tenggara, dengan investasi dari perusahaan teknologi besar seperti Microsoft, Google, dan Amazon. Meskipun ada pembatasan baru yang akan mulai berlaku, Tengku Zafrul yakin bahwa pertumbuhan sektor pusat data akan tetap berjalan baik.
Analisis Ahli
Anwar Ibrahim
Langkah Malaysia yang cepat berdialog dengan perusahaan chip adalah strategi bijak untuk memitigasi risiko besar yang bisa mengguncang sektor ekspor utama negeri ini.Christine Lagarde
Diversifikasi ekonomi digital dan penguatan infrastruktur pusat data menjadi kunci utama dalam menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah ketegangan perdagangan global.
