AI summary
Malaysia sedang berupaya mengatasi dampak tarif semikonduktor dari AS terhadap ekonominya. Permintaan untuk kecerdasan buatan mendorong pertumbuhan pusat data di Malaysia. Perusahaan teknologi besar berinvestasi di Malaysia, memperkuat posisinya sebagai pusat teknologi di Asia Tenggara. Menteri Perdagangan Malaysia, Tengku Zafrul Aziz, mengatakan bahwa Malaysia sedang berdiskusi dengan perusahaan chip di negara tersebut mengenai kemungkinan tarif yang akan dikenakan oleh Amerika Serikat pada semikonduktor. Tarif ini bisa mencapai 25% atau lebih, dan hal ini dapat mempengaruhi ekspor Malaysia yang mengirimkan chip senilai $16,2 miliar ke AS tahun lalu. Tengku Zafrul menyatakan bahwa biaya tambahan akibat tarif ini harus ditanggung oleh konsumen atau perusahaan, tetapi pemerintah belum memutuskan apakah akan memberikan dukungan finansial untuk mengatasi masalah ini.Di sisi lain, Tengku Zafrul juga menyebutkan bahwa pusat data di Malaysia tidak akan terpengaruh oleh pembatasan ekspor chip canggih dari AS, karena permintaan untuk kecerdasan buatan (AI) tetap tinggi. Malaysia sedang berkembang menjadi pusat utama untuk pusat data dan pabrik AI di Asia Tenggara, dengan investasi dari perusahaan teknologi besar seperti Microsoft, Google, dan Amazon. Meskipun ada pembatasan baru yang akan mulai berlaku, Tengku Zafrul yakin bahwa pertumbuhan sektor pusat data akan tetap berjalan baik.
Kebijakan tarif dan pembatasan AS ini menjadi ujian besar bagi Malaysia yang sangat bergantung pada ekspor semikonduktor. Namun, potensi dan kemajuan Malaysia dalam pusat data dan AI bisa menjadi pengaman penting agar ekonomi tetap resilien meski tekanan dari kebijakan proteksionis terus meningkat.