Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Malaysia Bersiap Hadapi Tarif AS pada Semikonduktor untuk Lindungi Ekspor

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (1y ago) macro-economics (1y ago)
06 Mar 2025
22 dibaca
1 menit
Malaysia Bersiap Hadapi Tarif AS pada Semikonduktor untuk Lindungi Ekspor

Rangkuman 15 Detik

Malaysia sedang mempersiapkan diri menghadapi potensi tarif semikonduktor dari AS.
Perusahaan-perusahaan semikonduktor di Malaysia berperan penting dalam ekspor ke AS.
Investasi dari raksasa teknologi AS mendukung pertumbuhan sektor data center dan AI di Malaysia.
Malaysia sedang berdiskusi dengan perusahaan chip yang beroperasi di negara itu mengenai kemungkinan tarif yang akan dikenakan oleh AS terhadap semikonduktor. Menteri Perdagangan, Tengku Zafrul Aziz, mengatakan bahwa tarif tersebut bisa berdampak besar pada ekspor Malaysia, yang merupakan salah satu penghasil chip terbesar untuk AS. Mereka sedang mempertimbangkan apakah biaya tambahan akibat tarif tersebut akan ditanggung oleh konsumen atau perusahaan. Tahun lalu, Malaysia mengekspor chip senilai Rp 270.54 triliun ($16,2 miliar) ke AS, yang mencakup hampir 20 persen dari semua impor semikonduktor AS. Selain itu, Tengku Zafrul menyatakan bahwa pusat data di Malaysia tidak akan terpengaruh oleh pembatasan ekspor chip canggih yang diberlakukan oleh pemerintahan AS sebelumnya, karena permintaan untuk kecerdasan buatan (AI) tetap tinggi. Malaysia menjadi pusat penting untuk pusat data dan pabrik AI di Asia Tenggara, dengan investasi dari perusahaan teknologi besar seperti Microsoft dan Google. Meskipun ada pembatasan baru yang akan mulai berlaku, Tengku Zafrul yakin bahwa pertumbuhan sektor pusat data di Malaysia akan tetap berjalan baik.

Analisis Ahli

Dr. Rizal Ahmad (Ekonom Perdagangan Internasional)
Tarif AS terhadap semikonduktor berpotensi mengganggu rantai pasok global dan menekan ekspor Malaysia. Namun, dengan adaptasi kebijakan ekonomi dan insentif yang tepat, dampak negatifnya bisa diminimalisasi dan pelaku industri tetap kompetitif.