Singapura Selidiki Kasus Penipuan Chip AI Nvidia yang Diduga Diselundupkan ke China
Teknologi
Kecerdasan Buatan
04 Mar 2025
29 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Kasus penipuan di Singapura melibatkan chip Nvidia yang mungkin diekspor secara ilegal ke Tiongkok.
DeepSeek, perusahaan AI asal Tiongkok, sedang diselidiki terkait penggunaan chip yang dilarang.
Dell dan Super Micro menegaskan kepatuhan mereka terhadap regulasi ekspor dalam konteks penyelidikan ini.
Singapura sedang menyelidiki kasus penipuan yang melibatkan chip Nvidia. Tiga orang, termasuk seorang warga negara China, telah didakwa dengan penipuan setelah diduga mentransfer chip AI Nvidia dari Singapura ke perusahaan AI China bernama DeepSeek. Menteri Dalam Negeri Singapura, K Shanmugam, mengatakan bahwa server yang digunakan dalam kasus ini disuplai oleh perusahaan AS, Dell dan Super Micro, dan mungkin mengandung chip Nvidia. Penyelidikan ini dimulai setelah ada laporan anonim, dan Singapura telah meminta bantuan dari otoritas AS untuk mengetahui apakah server tersebut mengandung barang yang diatur oleh ekspor AS.
Kasus ini merupakan bagian dari penyelidikan yang lebih besar terhadap 22 individu dan perusahaan yang dicurigai melakukan representasi palsu, terkait dengan dugaan penyelundupan chip AI ke China. DeepSeek, perusahaan yang terlibat, telah mengklaim menggunakan chip Nvidia yang sah, tetapi ada tuduhan bahwa mereka memiliki banyak chip yang dilarang untuk diekspor ke China. Perusahaan-perusahaan yang terlibat, seperti Dell dan Super Micro, menyatakan bahwa mereka mematuhi semua peraturan ekspor yang berlaku.
Analisis Ahli
K Shanmugam
Menegaskan bahwa Singapura akan bekerja sama dengan otoritas AS dan menegakkan hukum secara independen dalam kasus ini.
