AI summary
Kebijakan tarif Trump telah memicu kekhawatiran tentang permintaan energi global. Harga minyak Brent dan WTI mengalami penurunan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. OPEC+ berencana untuk meningkatkan produksi minyak, yang dapat menambah tekanan pada harga. Minyak tetap berada di dekat level terendah dalam enam bulan terakhir karena kebijakan tarif Presiden Donald Trump yang memicu perang dagang di berbagai sektor, menimbulkan kekhawatiran tentang permintaan energi. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan sekitar $66 per barel setelah mengalami penurunan lebih dari 5% dalam empat sesi terakhir, sementara Brent ditutup di bawah $70. Kebijakan perdagangan Trump telah membuat pasar global bergetar, dan negara-negara seperti Kanada dan China juga merespons dengan langkah-langkah mereka sendiri.Selain itu, OPEC+ berencana untuk mulai menghidupkan kembali produksi minyak yang dihentikan pada bulan April, yang menambah tekanan negatif pada harga minyak. Beberapa analis pasar mulai mengubah proyeksi harga mereka, dengan Morgan Stanley memangkas estimasi harga Brent untuk sisa tahun ini dan memperkirakan harga akan berada di kisaran $60-an pada paruh kedua tahun ini.
Perang dagang yang dipicu oleh kebijakan tarif AS tidak hanya melemahkan pasar minyak, namun juga menciptakan ketidakpastian besar yang menahan investasi di sektor energi. Bila ketegangan dagang terus berlanjut tanpa ada solusi diplomatik, harga minyak berpotensi mengalami fluktuasi tajam yang merugikan para pelaku pasar dan konsumen global.