Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Tarif Perdagangan Trump Picu Penurunan Harga Minyak ke Level Enam Bulan

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (1y ago) macro-economics (1y ago)
06 Mar 2025
293 dibaca
1 menit
Tarif Perdagangan Trump Picu Penurunan Harga Minyak ke Level Enam Bulan

Rangkuman 15 Detik

Kebijakan tarif Trump telah memicu kekhawatiran tentang permintaan energi global.
Harga minyak Brent dan WTI mengalami penurunan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
OPEC+ berencana untuk meningkatkan produksi minyak, yang dapat menambah tekanan pada harga.
Minyak tetap berada di dekat level terendah dalam enam bulan terakhir karena kebijakan tarif Presiden Donald Trump yang memicu perang dagang di berbagai sektor, menimbulkan kekhawatiran tentang permintaan energi. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan sekitar Rp 1.10 juta ($66) per barel setelah mengalami penurunan lebih dari 5% dalam empat sesi terakhir, sementara Brent ditutup di bawah Rp 1.17 juta ($70) . Kebijakan perdagangan Trump telah membuat pasar global bergetar, dan negara-negara seperti Kanada dan China juga merespons dengan langkah-langkah mereka sendiri. Selain itu, OPEC+ berencana untuk mulai menghidupkan kembali produksi minyak yang dihentikan pada bulan April, yang menambah tekanan negatif pada harga minyak. Beberapa analis pasar mulai mengubah proyeksi harga mereka, dengan Morgan Stanley memangkas estimasi harga Brent untuk sisa tahun ini dan memperkirakan harga akan berada di kisaran Rp 1.00 juta ($60) -an pada paruh kedua tahun ini.

Analisis Ahli

Jean Laherrere
Perang dagang akan berujung pada kelebihan pasokan minyak dan harga yang sulit pulih karena permintaan global yang melemah.
Fatih Birol
Ketidakpastian ekonomi akibat tarif dapat menghambat pertumbuhan permintaan energi dan membuat pasar minyak menjadi sangat volatil.