Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Harga Minyak Jatuh Terendah 3 Tahun Akibat Perang Dagang dan Pasokan Melimpah

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (1y ago) macro-economics (1y ago)
06 Mar 2025
134 dibaca
1 menit
Harga Minyak Jatuh Terendah 3 Tahun Akibat Perang Dagang dan Pasokan Melimpah

Rangkuman 15 Detik

Harga minyak mengalami penurunan signifikan akibat perang dagang dan kebijakan perdagangan.
OPEC+ berencana untuk meningkatkan produksi, yang dapat memperburuk surplus pasokan.
Proyeksi harga minyak oleh berbagai lembaga keuangan menunjukkan penurunan yang signifikan.
Harga minyak turun drastis ke level terendah dalam lebih dari tiga tahun akibat perang dagang yang dilakukan oleh Presiden AS Donald Trump, yang mempengaruhi permintaan global. Minyak Brent dan West Texas Intermediate (WTI) mengalami penurunan yang signifikan, dengan Brent mencapai di bawah Rp 1.15 juta ($69) per barel dan WTI mendekati Rp 1.09 juta ($65) per barel. Sementara itu, OPEC+ berencana untuk meningkatkan produksi, dan stok minyak domestik AS juga meningkat, menambah ekspektasi surplus pasokan. Banyak perusahaan mulai menurunkan proyeksi harga minyak mereka. Misalnya, Enverus menurunkan perkiraan harga Brent menjadi Rp 1.17 juta ($70) per barel dari sebelumnya Rp 1.34 juta ($80) , dan Morgan Stanley juga mengurangi proyeksi mereka. Para trader kini lebih khawatir tentang permintaan minyak daripada masalah pasokan, yang menunjukkan bahwa harga minyak mungkin akan terus turun.

Analisis Ahli

Rebecca Babin
Pasar kini lebih fokus pada risiko penurunan permintaan daripada risiko pasokan, menandakan kemungkinan harga minyak telah mendekati titik terendahnya.