Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Harga Minyak Jatuh Terendah 3 Tahun Akibat Perang Dagang dan Pasokan Melimpah

Bisnis
Ekonomi Makro
News Publisher
06 Mar 2025
151 dibaca
1 menit
Harga Minyak Jatuh Terendah 3 Tahun Akibat Perang Dagang dan Pasokan Melimpah

AI summary

Harga minyak mengalami penurunan signifikan akibat perang dagang dan kebijakan perdagangan.
OPEC+ berencana untuk meningkatkan produksi, yang dapat memperburuk surplus pasokan.
Proyeksi harga minyak oleh berbagai lembaga keuangan menunjukkan penurunan yang signifikan.
Harga minyak turun drastis ke level terendah dalam lebih dari tiga tahun akibat perang dagang yang dilakukan oleh Presiden AS Donald Trump, yang mempengaruhi permintaan global. Minyak Brent dan West Texas Intermediate (WTI) mengalami penurunan yang signifikan, dengan Brent mencapai di bawah $69 per barel dan WTI mendekati $65 per barel. Sementara itu, OPEC+ berencana untuk meningkatkan produksi, dan stok minyak domestik AS juga meningkat, menambah ekspektasi surplus pasokan.Banyak perusahaan mulai menurunkan proyeksi harga minyak mereka. Misalnya, Enverus menurunkan perkiraan harga Brent menjadi $70 per barel dari sebelumnya $80, dan Morgan Stanley juga mengurangi proyeksi mereka. Para trader kini lebih khawatir tentang permintaan minyak daripada masalah pasokan, yang menunjukkan bahwa harga minyak mungkin akan terus turun.

Experts Analysis

Rebecca Babin
Pasar kini lebih fokus pada risiko penurunan permintaan daripada risiko pasokan, menandakan kemungkinan harga minyak telah mendekati titik terendahnya.
Editorial Note
Penurunan harga minyak ini merupakan reaksi pasar yang logis terhadap ketidakpastian ekonomi global dan kelebihan pasokan yang terjadi bersamaan. Jika perang dagang terus berlangsung, tekanan pada harga minyak akan semakin kuat, namun investor harus waspada terhadap potensi rebound jika kondisi geopolitik berubah.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.