Harga Emas Melesat Karena Tarif Trump Picu Kekhawatiran Ekonomi Global
Bisnis
Ekonomi Makro
05 Mar 2025
53 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Kenaikan tarif oleh Trump telah meningkatkan permintaan untuk emas sebagai aset aman.
Perang dagang antara AS dan negara lain dapat memicu inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi global.
Kanada dan China merespons dengan memberlakukan tarif balasan terhadap barang-barang AS.
Harga emas tetap stabil mendekati rekor tertinggi setelah mengalami kenaikan lebih dari 2% dalam dua sesi sebelumnya. Kenaikan ini dipicu oleh kebijakan tarif Presiden Donald Trump yang meningkatkan permintaan untuk aset aman seperti emas. Saat ini, harga emas berada di sekitar Rp 48.65 juta ($2,913) per ons, hanya sekitar Rp 668.00 ribu ($40) di bawah puncak tertinggi yang dicapai minggu lalu. Trump menggandakan tarif terhadap China dan memberlakukan tarif 25% terhadap Kanada dan Meksiko, yang menyebabkan kekhawatiran bahwa perang dagang ini dapat memicu inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi global.
Sebagai respons, Kanada dan China juga memberlakukan tarif balasan terhadap barang-barang AS. Kanada mengenakan tarif bertahap pada barang senilai Rp 1.79 quadriliun ($107 miliar) , sementara China mengenakan tarif hingga 15% pada ekspor pertanian AS. Meskipun harga emas sedikit turun 0,2% menjadi Rp 48.65 juta ($2,913) .13 per ons, permintaan untuk emas sebagai penyimpan nilai tetap tinggi di tengah ketidakpastian ekonomi.
Analisis Ahli
Howard Lutnick
Ada kemungkinan peringanan tarif terhadap Kanada dan Meksiko untuk meredakan ketegangan, tetapi ketidakpastian tetap tinggi.Analis JPMorgan
Sentimen pasar obligasi menunjukkan kekhawatiran yang luar biasa terhadap dampak negatif perang dagang terhadap ekonomi AS.