Emas Dekati Rekor Tertinggi Karena Tarif Trump Picu Ketidakpastian Global
Bisnis
Ekonomi Makro
27 Feb 2025
119 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Harga emas dipengaruhi oleh ketidakpastian politik dan ekonomi.
Pernyataan Donald Trump mengenai tarif dapat memicu reaksi pasar yang signifikan.
Data ekonomi AS yang lemah dapat mendorong penurunan suku bunga, yang menguntungkan emas.
Emas tetap stabil dekat rekor tertinggi setelah sebelumnya ditutup sedikit berubah. Para investor sedang mempertimbangkan pernyataan terbaru Presiden Donald Trump mengenai rencana tarifnya, termasuk tarif 25% untuk Uni Eropa. Trump juga mengumumkan bahwa tarif untuk Meksiko dan Kanada akan mulai berlaku pada 2 April, lebih lambat dari yang direncanakan sebelumnya. Ketidakpastian mengenai kebijakan tarif ini membuat banyak orang ragu, dan hal ini meningkatkan minat terhadap emas sebagai tempat penyimpanan nilai di masa yang tidak pasti.
Selain itu, data ekonomi AS yang lemah membuat para trader memperkirakan bahwa suku bunga akan diturunkan dua kali tahun ini. Penurunan suku bunga biasanya menguntungkan emas karena emas tidak memberikan bunga. Saat ini, harga emas berada di sekitar Rp 48.73 juta ($2,918) .21 per ons, hanya kurang dari Rp 668.00 ribu ($40) dari rekor tertingginya. Para investor juga menunggu data inflasi yang akan dirilis pada hari Jumat untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang kebijakan moneter ke depan.
Analisis Ahli
Mohamed El-Erian
Tarif yang tidak pasti dan kebijakan perdagangan yang berubah-ubah berpotensi menurunkan kepercayaan pasar dan memperbesar risiko perlambatan ekonomi global.Janet Yellen
Kebijakan moneter yang longgar dapat membantu menopang harga emas, tetapi ketegangan perdagangan harus diawasi ketat karena bisa membawa dampak negatif bagi pertumbuhan ekonomi.