AI summary
Ketegangan perdagangan antara AS dan China mempengaruhi harga emas. Data ekonomi yang lemah di AS dapat mendorong penurunan suku bunga. Investor mencari aset aman seperti emas di tengah ketidakpastian global. Emas tetap stabil setelah China mengenakan tarif pada barang pertanian AS sebagai balasan terhadap kebijakan tarif yang diterapkan oleh pemerintahan Trump. Hal ini menambah kekhawatiran tentang kemungkinan perang dagang global yang dapat meningkatkan permintaan untuk aset aman seperti emas. Harga emas diperdagangkan sekitar $2,890 per ons setelah mengalami kenaikan 1,2% pada hari Senin. Sementara itu, data ekonomi AS yang lemah, termasuk penurunan belanja pribadi dan meningkatnya klaim pengangguran, membuat pasar memperkirakan bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga, yang biasanya membuat emas lebih menarik sebagai investasi.Meskipun harga emas mencapai rekor tertinggi lebih dari $2,950 per ons pada 24 Februari, harga tersebut mengalami penurunan mingguan pertama di akhir Februari karena aksi ambil untung. Analis dari Goldman Sachs memperkirakan bahwa ketidakpastian kebijakan yang tinggi, termasuk kekhawatiran tentang tarif, dapat mendorong harga emas naik hingga $3,300 per ons pada akhir tahun. Saat ini, harga emas stabil di $2,890.31 per ons, sementara harga perak dan platinum tidak banyak berubah, dan harga paladium mengalami penurunan.
Ketegangan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia ini memberikan tekanan signifikan pada pasar global, dan emas menjadi pilihan utama sebagai pelindung nilai oleh investor. Namun, ketidakpastian ini juga menunjukkan risiko volatilitas tinggi yang bisa dimanfaatkan oleh spekulan dalam jangka pendek.