AI summary
Tiongkok berencana untuk mengurangi produksi baja untuk mengatasi kelebihan pasokan. Reformasi pasokan di industri baja telah dimulai hampir satu dekade yang lalu. Pengurangan produksi diharapkan dapat membantu mencapai target emisi karbon dan meningkatkan profitabilitas. China berencana untuk mengurangi produksi baja di negara tersebut untuk mengatasi kelebihan pasokan yang besar dan mengembalikan profitabilitas pabrik-pabrik baja. Badan perencanaan ekonomi negara mengumumkan rencana ini dalam Kongres Rakyat Nasional di Beijing, meskipun belum ada rincian spesifik mengenai jumlah pengurangan produksi. Pasar memperkirakan pengurangan bisa mencapai 50 juta ton per tahun. Produksi tahunan baja di China tetap di atas 1 miliar ton, meskipun pemerintah telah berusaha menurunkannya dengan mengaitkannya pada emisi karbon.Pengurangan produksi ini juga bertujuan untuk membantu China mencapai target iklimnya. Setelah pengumuman tersebut, harga bijih besi turun, dan kontrak baja di Shanghai juga mengalami penurunan. Sementara itu, harga tembaga dan aluminium sedikit meningkat. Langkah ini diambil setelah pabrik-pabrik baja mengalami penurunan pendapatan dan menghadapi tuduhan bahwa China membanjiri pasar internasional dengan surplus baja.
Langkah ini realistis mengingat tekanan besar dari pasar dan tujuan lingkungan, namun akan sulit direalisasikan tanpa dampak sosial seperti pengurangan tenaga kerja. Meski demikian, ini adalah langkah penting untuk menyeimbangkan pasar dan mengefektifkan produksi baja di tengah tantangan global.