AI summary
Tarif yang saling dikenakan antara AS dan Tiongkok mempengaruhi harga bijih besi. Permintaan baja di Tiongkok diperkirakan akan meningkat pada bulan Maret. Tiongkok mengambil langkah untuk merestrukturisasi sektor baja dengan memotong produksi. Futures bijih besi mengalami penurunan pada hari Rabu karena adanya tarif yang saling dikenakan antara Amerika Serikat dan China, meskipun ada harapan permintaan baja di China akan meningkat. Kontrak bijih besi yang paling banyak diperdagangkan di Bursa Komoditas Dalian turun 0,7% menjadi 776 yuan per ton, sementara harga bijih besi di Bursa Singapura juga turun 1,07% menjadi $99,75 per ton. Ketegangan perdagangan meningkat setelah Presiden AS, Donald Trump, menggandakan tarif pada barang-barang China, yang memicu balasan dari Beijing.Meskipun ada kekhawatiran tentang tarif yang lebih tinggi, analis memperkirakan permintaan bijih besi di China akan meningkat pada bulan Maret, yang biasanya merupakan bulan dengan konsumsi baja yang tinggi. China juga berencana untuk merestrukturisasi sektor baja yang bermasalah dengan memotong produksi. Namun, harga beberapa bahan baku baja lainnya, seperti batubara kokas, juga mengalami penurunan.
Ketegangan perdagangan ini jelas menciptakan volatilitas di pasar komoditas, terutama bijih besi yang sangat sensitif terhadap permintaan industri baja. Meskipun adanya tekanan dari tarif, langkah stimulus dan pengurangan produksi di sektor baja China menunjukkan adanya upaya seimbang antara mengelola pasokan dan menjaga permintaan agar harga tidak jatuh terlalu dalam.