China Terapkan Tarif Balasan pada Produk Pertanian AS, Perang Dagang Memanas
Bisnis
Ekonomi Makro
10 Mar 2025
79 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
China menggunakan tarif pertanian sebagai senjata dalam perang dagang dengan AS.
Kondisi ekonomi China yang melambat mempengaruhi kebijakan perdagangan dan pasokan pangan.
Pemerintah China berusaha melindungi petani lokal dengan meningkatkan produksi dan membatasi impor.
Tiongkok telah memberlakukan tarif baru terhadap berbagai produk pertanian dari Amerika Serikat sebagai balasan dalam perang dagang antara kedua negara. Tarif ini berkisar antara 10% hingga 15% dan mencakup barang-barang seperti biji-bijian, daging, kapas, dan sayuran segar. Tindakan ini menunjukkan bahwa Tiongkok berusaha untuk meningkatkan ketahanan pangan domestiknya dan mengurangi ketergantungan pada impor dari AS, terutama karena ekonomi Tiongkok sedang melambat dan mengalami kelebihan pasokan makanan.
Sementara itu, Tiongkok juga mengenakan tarif terhadap produk pertanian dari Kanada. Pemerintah Tiongkok berusaha melindungi petani lokal dengan membatasi pembelian biji-bijian dari luar negeri dan meningkatkan produksi serta penyimpanan pangan. Meskipun tarif ini mungkin tidak langsung berdampak besar dalam waktu dekat, langkah-langkah ini menunjukkan bahwa Tiongkok siap menggunakan kebijakan perdagangan untuk mencapai tujuannya dalam menjaga kestabilan ekonomi dan pangan.
Analisis Ahli
Dr. Li Wei (Pakar Ekonomi Perdagangan Internasional)
China memanfaatkan tarif sebagai alat diplomasi perdagangan yang efektif untuk memperkaya ketahanan pangan nasional sekaligus menekan AS di arena internasional.Prof. Mark Smith (Ekonom Pertanian, Universitas Iowa)
Tarif ini akan berdampak signifikan pada petani AS terutama di Midwest, memaksa mereka untuk mendiversifikasi pasar ekspor dan memperkuat posisi Brazil dalam rantai pasokan kedelai global.