Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Tarif Impor AS Meningkat, Pasar Saham Global Tertekan dan Risiko Perlambatan Ekonomi

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (1y ago) macro-economics (1y ago)
05 Mar 2025
72 dibaca
1 menit
Tarif Impor AS Meningkat, Pasar Saham Global Tertekan dan Risiko Perlambatan Ekonomi

Rangkuman 15 Detik

Kenaikan tarif baru oleh AS memicu kekhawatiran di pasar saham dan dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi global.
Perusahaan-perusahaan besar seperti Best Buy dan Target mengalami dampak negatif dari tarif, yang mempengaruhi proyeksi laba mereka.
Pertumbuhan ekonomi Tiongkok tetap menjadi fokus, dengan pemerintah berkomitmen untuk mencapai target pertumbuhan yang stabil.
Saham-saham di Asia dan futures AS sebagian besar naik pada hari Rabu setelah pasar saham AS mengalami penurunan yang signifikan. China mengumumkan rencananya untuk menjaga pertumbuhan ekonominya sekitar 5% pada tahun 2025, dan Perdana Menteri Li Qiang berjanji akan meningkatkan pengeluaran pemerintah untuk mendukung pertumbuhan. Namun, pasar saham AS jatuh setelah tarif tinggi pada impor dari China, Kanada, dan Meksiko mulai berlaku, yang memicu kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global. Di Wall Street, indeks S&P 500 turun 1,2%, dan banyak saham di dalamnya mengalami penurunan. Perusahaan-perusahaan seperti Target dan Best Buy melaporkan dampak negatif dari tarif ini, dengan Target memperingatkan bahwa laba mereka akan tertekan. China juga merespons dengan mengenakan tarif tambahan pada produk pertanian AS, sementara Kanada dan Meksiko juga berencana untuk mengenakan tarif pada barang-barang dari AS.

Analisis Ahli

Nouriel Roubini
Tarif yang meningkat akan menyebabkan perlambatan ekonomi global dan berpotensi memicu resesi jika tidak segera diatasi dengan dialog perdagangan yang konstruktif.
Carmen Reinhart
Ketegangan perdagangan meningkatkan ketidakpastian di pasar finansial, yang bisa menghalangi investasi dan pertumbuhan ekonomi pada jangka panjang.