Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Ketidakpastian Tarif dan Data China Membebani Pasar Saham Asia dan AS

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (1y ago) macro-economics (1y ago)
07 Mar 2025
220 dibaca
1 menit
Ketidakpastian Tarif dan Data China Membebani Pasar Saham Asia dan AS

Rangkuman 15 Detik

Pasar saham Asia mengalami penurunan akibat ketidakpastian kebijakan tarif.
Ekspor dan impor China menunjukkan pertumbuhan yang lebih rendah dari yang diharapkan.
Laporan pekerjaan AS yang akan datang diharapkan memberikan gambaran lebih jelas tentang kondisi pasar tenaga kerja.
Saham-saham di Asia sebagian besar mengalami penurunan pada hari Jumat, terutama di Tokyo, di mana indeks Nikkei 225 turun lebih dari 2%. Penurunan ini terjadi setelah pasar saham di Amerika Serikat juga mengalami penurunan. Di sisi lain, harga minyak tetap stabil dan Bitcoin diperdagangkan mendekati Rp 1.47 miliar ($88,000) setelah Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang mendirikan cadangan pemerintah untuk Bitcoin, yang menunjukkan kemajuan dalam penerimaan cryptocurrency. China melaporkan ekspor dan impor yang lebih rendah dari yang diharapkan untuk bulan Januari-Februari, dengan ekspor hanya tumbuh 2.3% dan impor turun 8.4%. Di Amerika Serikat, pasar saham juga tertekan karena ketidakpastian terkait tarif yang diterapkan oleh Trump. Meskipun ada harapan bahwa tarif ini mungkin hanya taktik negosiasi, banyak bisnis di AS merasa bingung dengan situasi ini. Selain itu, laporan tentang jumlah pekerja yang dipekerjakan di bulan lalu diharapkan akan dirilis, yang bisa memberikan gambaran lebih jelas tentang kondisi pasar kerja.

Analisis Ahli

Stan Choe
Tarif yang berulang dan ketidakpastian kebijakan memperburuk sentimen pasar, menghambat investasi dan menciptakan ketidakstabilan jangka menengah dalam perekonomian global.
Matt Ott
Pasar saham dunia bereaksi tajam terhadap data ekonomi dan kebijakan pemerintah, menandakan bahwa sentimen investor masih rentan terhadap berita negatif mengenai perdagangan dan inflasi.