TLDR
Harga bijih besi mengalami penurunan akibat ketegangan perdagangan antara AS dan Cina. Pengurangan produksi baja di Cina dilakukan untuk mengurangi pencemaran menjelang pertemuan penting. Pasar baja di Cina diperkirakan akan pulih berkat stimulus kebijakan dan peningkatan konsumsi. Futures bijih besi terus turun pada hari Selasa, menjelang penerapan tarif baru AS terhadap impor dari China. Kontrak bijih besi di Bursa Komoditas Dalian turun 1,39% menjadi 779 yuan per ton, sementara harga di Bursa Singapura juga menurun. Penurunan harga ini terjadi setelah laporan bahwa pabrik baja di China mengurangi produksi untuk mengurangi polusi menjelang pertemuan penting tahunan. Selain itu, ketegangan perdagangan dengan AS mempengaruhi prospek ekspor China.Meskipun harga bijih besi turun, ada harapan bahwa pasar baja di China akan pulih karena meningkatnya konsumsi. Beberapa analis juga percaya bahwa stimulus kebijakan dari pemerintah dapat mendukung pasar. Namun, harga bahan baku lain seperti batubara kokas dan baja juga mengalami penurunan, dan indeks harga baja di Bursa Berjangka Shanghai juga merosot.