Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Obligasi AS Ungguli Saham Karena Ketegangan Perang Dagang dan Suku Bunga Menurun

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
investment-and-capital-markets (1y ago) investment-and-capital-markets (1y ago)
04 Mar 2025
52 dibaca
1 menit
Obligasi AS Ungguli Saham Karena Ketegangan Perang Dagang dan Suku Bunga Menurun

Rangkuman 15 Detik

Kinerja Treasury mengungguli saham sejak pemilihan Trump, menunjukkan pergeseran dalam preferensi investor.
Kekhawatiran terhadap pertumbuhan global dan tarif baru memicu minat yang lebih besar terhadap aset tetap seperti Treasury.
Federal Reserve diperkirakan akan melakukan pemotongan suku bunga, yang dapat mendukung lebih lanjut rally di pasar obligasi.
US Treasuries, atau obligasi pemerintah AS, kini lebih menguntungkan dibandingkan saham sejak Donald Trump terpilih sebagai Presiden. Sejak pemilihan pada 5 November, obligasi ini memberikan keuntungan sebesar 2,1%, sementara indeks S&P 500 hanya naik 1,6%. Hal ini terjadi karena investor lebih memilih membeli obligasi saat kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi global meningkat, terutama dengan adanya tarif baru yang akan diberlakukan. Selain itu, ada kemungkinan Federal Reserve akan menurunkan suku bunga, yang juga mendukung kenaikan harga obligasi. Saham-saham, di sisi lain, sedang dijual karena kekhawatiran bahwa perusahaan-perusahaan besar seperti Nvidia terlalu mahal dan ada tanda-tanda bahwa ekonomi AS mulai melemah. Banyak analis percaya bahwa obligasi akan terus mendapatkan keuntungan karena ketidakpastian yang meningkat terkait perdagangan dan pertumbuhan ekonomi. Meskipun ada risiko inflasi, beberapa strategi investasi menunjukkan bahwa obligasi masih menjadi pilihan yang aman di tengah situasi yang tidak menentu ini.

Analisis Ahli

Michael Brown
Diperkirakan Fed akan memangkas suku bunga secara substansial tahun ini, menguatkan peluang kenaikan obligasi.
Matthew Hornbach
US exceptionalism mulai tergoyahkan oleh risiko perlambatan pertumbuhan di AS dan Eropa, sehingga obligasi AS menjadi pilihan utama.
Prashant Newnaha
Tarif yang mulai diberlakukan justru memperburuk kondisi pertumbuhan AS sehingga memberikan dorongan tambahan pada reli obligasi.