Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

OPEC+ Mulai Tambah Produksi, Harga Minyak Bertahan di Level Terendah Tiga Bulan

Bisnis
Ekonomi Makro
News Publisher
04 Mar 2025
256 dibaca
1 menit
OPEC+ Mulai Tambah Produksi, Harga Minyak Bertahan di Level Terendah Tiga Bulan

AI summary

OPEC+ berencana untuk meningkatkan produksi minyak meskipun ada kekhawatiran tentang permintaan.
Kebijakan perdagangan AS di bawah Donald Trump dapat mempengaruhi pasar minyak secara signifikan.
Pasar minyak global diperkirakan akan mengalami surplus pasokan tahun ini.
Minyak tetap berada di dekat level terendah dalam hampir tiga bulan setelah OPEC+ mengumumkan rencana untuk meningkatkan produksi yang sempat dihentikan. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan sekitar $68 per barel setelah turun 2% pada hari Senin, sementara Brent berada di bawah $72. OPEC+ berencana untuk meningkatkan produksi sebesar 138.000 barel per hari mulai bulan April, meskipun mereka menyatakan bahwa peningkatan ini bisa dihentikan atau dibalik tergantung pada kondisi pasar.Pasar minyak global menghadapi surplus pasokan tahun ini, bahkan jika OPEC+ tidak meningkatkan produksi. Penurunan harga minyak juga dipengaruhi oleh kekhawatiran tentang permintaan yang lemah dan dampak dari kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump, yang mulai menerapkan tarif pada barang-barang dari China, Kanada, dan Meksiko. Pasar akan memantau kemungkinan tindakan balasan dari negara-negara tersebut.

Experts Analysis

Fatih Birol (Executive Director of International Energy Agency)
Surplus pasokan minyak global tahun ini akan menjadi tantangan besar, membutuhkan koordinasi kebijakan produksi yang cermat demi menstabilkan pasar.
Daniel Yergin (Energy Expert and Author)
Peningkatan produksi oleh OPEC+ di tengah ketegangan perdagangan menunjukkan dinamika yang kompleks antara geopolitik dan ekonomi pasar energi.
Editorial Note
Keputusan OPEC+ untuk meningkatkan produksi secara perlahan menunjukkan tekanan dari negara-negara produsen untuk mendapatkan pendapatan lebih meskipun permintaan lambat. Namun, sikap agresif pemerintah AS dalam perang dagang akan terus memperburuk ketidakpastian pasar minyak sehingga volatilitas harga tetap tinggi.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.