Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pasar Saham Asia Melonjak Didukung Data Tiongkok, Namun Tarif AS Jadi Ancaman

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (1y ago) macro-economics (1y ago)
03 Mar 2025
193 dibaca
1 menit
Pasar Saham Asia Melonjak Didukung Data Tiongkok, Namun Tarif AS Jadi Ancaman

Rangkuman 15 Detik

Saham Asia mendapatkan dorongan dari data pabrik Tiongkok yang positif.
Kebijakan tarif Donald Trump terus mempengaruhi sentimen pasar dan inflasi.
Laporan ekonomi menunjukkan tanda-tanda perbaikan, memberikan harapan untuk pemotongan suku bunga di masa depan.
Pasar saham Asia memulai minggu ini dengan kenaikan yang solid setelah Wall Street menutup bulan Februari dengan lebih baik. Data pabrik yang positif dari China juga meningkatkan sentimen pasar. Di Hong Kong, saham jaringan minuman bubble tea Mixue Bingcheng melonjak 40% setelah IPO senilai Rp 7.41 triliun ($444 juta) , mencetak rekor lokal untuk jumlah langganan. Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 1,2%, sementara indeks Shanghai di China naik 0,3%. Namun, pasar di Taiwan dan Bangkok mengalami penurunan. Di Amerika Serikat, indeks S&P 500 naik 1,6% setelah laporan ekonomi menunjukkan inflasi sedikit menurun, yang bisa memberi kesempatan bagi bank sentral untuk menurunkan suku bunga. Meskipun ada kekhawatiran tentang tarif yang lebih tinggi yang diterapkan oleh Presiden Donald Trump, harapan tetap ada bahwa kebijakan tersebut hanya alat negosiasi. Namun, ada kekhawatiran bahwa tarif ini dapat menyebabkan inflasi lebih tinggi di masa depan, yang bisa mempengaruhi pengeluaran konsumen dan pertumbuhan ekonomi.

Analisis Ahli

Bank of America economists
Jika pasar tidak melihat langkah Trump yang lebih ramah pasar, tingkat kepercayaan bisa terus tergerus sehingga mempengaruhi investasi dan pertumbuhan ekonomi.