China Siapkan Stimulus Besar Hadapi Perang Dagang AS dan Tekanan Ekonomi
Bisnis
Ekonomi Makro
03 Mar 2025
74 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Tiongkok menghadapi tantangan ekonomi yang signifikan akibat perang dagang dengan AS.
Pemerintah Tiongkok berencana untuk meningkatkan stimulus fiskal untuk mencapai target pertumbuhan.
Dukungan terhadap sektor swasta menjadi fokus utama dalam kebijakan ekonomi Xi Jinping.
Presiden Xi Jinping akan menghadiri pertemuan politik terbesar di China tahun ini, di mana ekonomi China mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Namun, tarif baru yang dikenakan oleh Donald Trump dapat mengganggu momentum ini. Para analis memperkirakan bahwa pemerintah China akan menetapkan target pertumbuhan ekonomi sekitar 5% dan meningkatkan defisit anggaran untuk mendorong pengeluaran dan permintaan domestik, mengingat tantangan seperti deflasi dan perang dagang dengan AS.
Pemerintah China berencana untuk meningkatkan defisit anggaran hingga sekitar 4% dari produk domestik bruto (PDB) dan mengeluarkan lebih banyak obligasi untuk mendukung pertumbuhan. Meskipun ada tantangan dari luar, seperti kebijakan perdagangan AS, para ekonom percaya bahwa China juga memiliki peluang untuk berkembang, terutama dengan kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan. Namun, penting bagi pemerintah untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan tepat sasaran agar dapat membantu sektor-sektor yang paling membutuhkan.
Analisis Ahli
Yao Yang
Stimulus fiskal saat ini mungkin masih kurang besar untuk mengimbangi tekanan dari perang dagang dan utang lokal, sehingga risiko perlambatan tetap tinggi jika tak ada negosiasi perdagangan.Chang Shu
Meskipun tekanan eksternal meningkat, kebijakan fiskal bisa dipercepat secara bertahap, tapi pemerintah akan berhati-hati mengingat ketidakpastian dan risiko utang.Xu Qiyuan
China menghadapi peluang sekaligus tantangan besar; keberhasilan akan sangat bergantung pada bagaimana pemerintah mengelola risiko tersebut secara strategis.