AI summary
Pemerintah Tiongkok berkomitmen untuk mencapai pertumbuhan ekonomi meskipun ada tantangan dari tarif AS. Kebijakan fiskal dan moneter yang longgar akan diterapkan untuk mendukung konsumsi dan inovasi. Tiongkok berencana untuk mempercepat investasi dalam teknologi dan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan. Pejabat ekonomi teratas China mengatakan bahwa mereka memiliki banyak ruang untuk bertindak menghadapi ketidakpastian dan risiko, setelah menetapkan target pertumbuhan ambisius sebesar 5% untuk tahun 2025. Meskipun ada tarif tinggi dari AS yang mengancam ekspor, Menteri Keuangan China, Lan Fo’an, menyatakan bahwa pemerintah memiliki alat kebijakan fiskal yang cukup untuk merespons tantangan domestik dan eksternal. Mereka berencana untuk memperkenalkan kebijakan baru untuk mendorong konsumsi dan investasi, termasuk memberikan subsidi untuk pendidikan anak dan pinjaman bersubsidi untuk sektor tertentu.Bank Sentral China (PBOC) juga berencana untuk menerapkan kebijakan moneter yang lebih longgar, dengan kemungkinan pemotongan suku bunga dan pengurangan rasio cadangan bagi bank. Meskipun ada tantangan dari pasar properti yang lesu dan pasar kerja yang sulit, pejabat China percaya bahwa mereka dapat mengatasi masalah ini dan akan segera meluncurkan rencana aksi untuk meningkatkan konsumsi. Mereka juga berusaha untuk mengurangi utang pemerintah lokal dan memperkuat perdagangan dengan negara lain.
Cina menunjukkan kemampuan dan kemauan kuat untuk mengelola tantangan ekonomi global dan domestik dengan kombinasi kebijakan fiskal dan moneter yang cermat. Meski menghadapi risiko dari kombinas tarif dan demografi, fokus mereka pada inovasi dan konsumsi bisa menjadi kunci keberhasilan transformasi ekonomi mereka.