Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Tiongkok Berjuang Jaga Pertumbuhan 5% Di Tengah Perang Dagang AS

Bisnis
Ekonomi Makro
News Publisher
06 Mar 2025
1307 dibaca
1 menit
Tiongkok Berjuang Jaga Pertumbuhan 5% Di Tengah Perang Dagang AS

TLDR

Tiongkok berkomitmen untuk mencapai target pertumbuhan meskipun ada tantangan dari tarif AS.
Stimulus fiskal mungkin diperlukan untuk mengatasi dampak negatif dari perang perdagangan.
Pasar properti sangat penting untuk mendukung permintaan domestik dan stabilitas ekonomi.
Presiden Xi Jinping menunjukkan tekad China untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sekitar 5% pada tahun 2025, meskipun ada perang dagang dengan Amerika Serikat. Jika Donald Trump menaikkan tarif lebih tinggi, para analis mengatakan China mungkin perlu memberikan stimulus besar untuk mencapai target tersebut. Namun, memberikan stimulus besar bisa meningkatkan utang, yang menjadi perhatian bagi pemerintah China. Mereka juga mempertimbangkan untuk melakukan negosiasi dengan AS agar bisa membeli lebih banyak barang dari Amerika atau membuka pabrik di AS.Para ekonom memperkirakan bahwa jika tarif naik hingga 60%, pertumbuhan China bisa terpengaruh negatif. Untuk mengatasi hal ini, China mungkin perlu mengambil langkah-langkah seperti mendukung pasar properti dan menurunkan suku bunga. Meskipun saat ini Xi Jinping merespons dengan langkah-langkah moderat, ada kemungkinan ketegangan akan meningkat jika tarif yang dikenakan AS mengancam pertumbuhan ekonomi China.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.