AI summary
Tiongkok berkomitmen untuk mencapai target pertumbuhan meskipun ada tantangan dari tarif AS. Stimulus fiskal mungkin diperlukan untuk mengatasi dampak negatif dari perang perdagangan. Pasar properti sangat penting untuk mendukung permintaan domestik dan stabilitas ekonomi. Presiden Xi Jinping menunjukkan tekad China untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sekitar 5% pada tahun 2025, meskipun ada perang dagang dengan Amerika Serikat. Jika Donald Trump menaikkan tarif lebih tinggi, para analis mengatakan China mungkin perlu memberikan stimulus besar untuk mencapai target tersebut. Namun, memberikan stimulus besar bisa meningkatkan utang, yang menjadi perhatian bagi pemerintah China. Mereka juga mempertimbangkan untuk melakukan negosiasi dengan AS agar bisa membeli lebih banyak barang dari Amerika atau membuka pabrik di AS.Para ekonom memperkirakan bahwa jika tarif naik hingga 60%, pertumbuhan China bisa terpengaruh negatif. Untuk mengatasi hal ini, China mungkin perlu mengambil langkah-langkah seperti mendukung pasar properti dan menurunkan suku bunga. Meskipun saat ini Xi Jinping merespons dengan langkah-langkah moderat, ada kemungkinan ketegangan akan meningkat jika tarif yang dikenakan AS mengancam pertumbuhan ekonomi China.
Pemerintah Tiongkok sedang berjalan di atas tali yang sangat tipis antara mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan menghindari lonjakan utang yang berbahaya. Respons mereka terhadap eskalasi perang dagang ini akan menjadi titik kunci bagi stabilitas ekonomi regional dan global dalam beberapa tahun ke depan.