Tiongkok Berjuang Jaga Pertumbuhan 5% di Tengah Perang Dagang AS
Bisnis
Ekonomi Makro
06 Mar 2025
233 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Tiongkok berkomitmen untuk mencapai target pertumbuhan meskipun ada tantangan dari tarif AS.
Stimulus fiskal mungkin diperlukan untuk mengatasi dampak negatif dari perang perdagangan.
Pasar properti sangat penting untuk mendukung permintaan domestik dan stabilitas ekonomi.
Presiden Xi Jinping menunjukkan tekad China untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sekitar 5% pada tahun 2025, meskipun ada perang dagang dengan Amerika Serikat. Jika Donald Trump menaikkan tarif lebih tinggi, para analis mengatakan China mungkin perlu memberikan stimulus besar untuk mencapai target tersebut. Namun, memberikan stimulus besar bisa meningkatkan utang, yang menjadi perhatian bagi pemerintah China. Mereka juga mempertimbangkan untuk melakukan negosiasi dengan AS agar bisa membeli lebih banyak barang dari Amerika atau membuka pabrik di AS.
Para ekonom memperkirakan bahwa jika tarif naik hingga 60%, pertumbuhan China bisa terpengaruh negatif. Untuk mengatasi hal ini, China mungkin perlu mengambil langkah-langkah seperti mendukung pasar properti dan menurunkan suku bunga. Meskipun saat ini Xi Jinping merespons dengan langkah-langkah moderat, ada kemungkinan ketegangan akan meningkat jika tarif yang dikenakan AS mengancam pertumbuhan ekonomi China.
Analisis Ahli
Larry Hu
Kenaikan tarif AS sebesar 60% dapat memangkas sekitar 2% dari pertumbuhan ekonomi Tiongkok, tapi stimulus fiskal dan moneter bisa membantu menahan dampaknya.Christopher Beddor
Keputusan politik akan menjadi kunci, apakah China bersedia menaikkan utang secara signifikan demi pertumbuhan atau tidak.Carlos Casanova
Stimulus yang diperlukan untuk mengimbangi dampak perang dagang bisa mencapai puluhan triliun yuan, terutama untuk mendukung sektor properti dan mengelola utang lokal yang tersembunyi.