AI summary
Ancaman tarif baru dapat mempengaruhi pasar minyak global dan permintaan energi. Penguatan dolar dapat mengurangi daya tarik komoditas bagi pembeli internasional. Ketidakpastian ekonomi akibat kebijakan perdagangan dapat mempengaruhi kepercayaan konsumen dan pertumbuhan ekonomi. Minyak mentah mengalami penurunan terbesar dalam sebulan sejak September, dipicu oleh ancaman tarif yang meningkat dari Presiden AS Donald Trump terhadap mitra dagang utama. Harga minyak Brent turun menuju $73 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di bawah $70. Trump berencana memberlakukan tarif pada impor dari Kanada dan Meksiko, termasuk kemungkinan tarif 10% pada energi dari Kanada, serta mengancam untuk menggandakan tarif yang ada pada impor dari China, yang merupakan pengimpor minyak terbesar. Hal ini membuat pasar khawatir akan dampak negatif terhadap permintaan energi dan pertumbuhan ekonomi.Selain itu, penguatan dolar AS juga membuat minyak dan komoditas lainnya menjadi kurang menarik bagi pembeli internasional. Pasar saham dan komoditas lainnya juga mengalami penurunan, menunjukkan sentimen pasar yang rapuh. Meskipun Trump menyatakan bahwa negosiasi terkait perang di Ukraina sedang berjalan dengan baik, belum ada kesepakatan yang dicapai. Dia juga menyebutkan bahwa AS akan menjadi mitra utama dalam pengembangan ekstraksi komoditas di Ukraina, termasuk minyak dan gas.
Kebijakan tarif yang agresif ini dapat memicu kontraksi permintaan energi, sehingga memperpanjang tren penurunan harga minyak global. Di sisi lain, pasar minyak yang sudah rentan menghadapi risiko tambahan dari ketidakstabilan geopolitik dan ekonomi yang bisa membuat investor lebih berhati-hati.