Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Harga Minyak Turun Tajam Seiring Ancaman Tarif AS Meningkatkan Ketidakpastian Pasar

Bisnis
Ekonomi Makro
News Publisher
28 Feb 2025
150 dibaca
1 menit
Harga Minyak Turun Tajam Seiring Ancaman Tarif AS Meningkatkan Ketidakpastian Pasar

AI summary

Ancaman tarif baru dapat mempengaruhi pasar minyak global dan permintaan energi.
Penguatan dolar dapat mengurangi daya tarik komoditas bagi pembeli internasional.
Ketidakpastian ekonomi akibat kebijakan perdagangan dapat mempengaruhi kepercayaan konsumen dan pertumbuhan ekonomi.
Minyak mentah mengalami penurunan terbesar dalam sebulan sejak September, dipicu oleh ancaman tarif yang meningkat dari Presiden AS Donald Trump terhadap mitra dagang utama. Harga minyak Brent turun menuju $73 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di bawah $70. Trump berencana memberlakukan tarif pada impor dari Kanada dan Meksiko, termasuk kemungkinan tarif 10% pada energi dari Kanada, serta mengancam untuk menggandakan tarif yang ada pada impor dari China, yang merupakan pengimpor minyak terbesar. Hal ini membuat pasar khawatir akan dampak negatif terhadap permintaan energi dan pertumbuhan ekonomi.Selain itu, penguatan dolar AS juga membuat minyak dan komoditas lainnya menjadi kurang menarik bagi pembeli internasional. Pasar saham dan komoditas lainnya juga mengalami penurunan, menunjukkan sentimen pasar yang rapuh. Meskipun Trump menyatakan bahwa negosiasi terkait perang di Ukraina sedang berjalan dengan baik, belum ada kesepakatan yang dicapai. Dia juga menyebutkan bahwa AS akan menjadi mitra utama dalam pengembangan ekstraksi komoditas di Ukraina, termasuk minyak dan gas.

Experts Analysis

Chris Weston
Pasar yang sebelumnya kurang sensitif terhadap isu tarif kini harus mempertimbangkan ulang reaksi mereka terhadap berita perdagangan, menunjukkan bahwa ketegangan perdagangan kembali menjadi faktor utama penggerak harga minyak.
Editorial Note
Kebijakan tarif yang agresif ini dapat memicu kontraksi permintaan energi, sehingga memperpanjang tren penurunan harga minyak global. Di sisi lain, pasar minyak yang sudah rentan menghadapi risiko tambahan dari ketidakstabilan geopolitik dan ekonomi yang bisa membuat investor lebih berhati-hati.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.