AI summary
Harga emas dipengaruhi oleh data ekonomi yang lemah dan harapan pemotongan suku bunga. Ancaman tarif baru dari Donald Trump dapat meningkatkan permintaan untuk aset aman seperti emas. Minat yang meningkat pada ETF emas menunjukkan potensi kenaikan harga emas di masa depan. Harga emas diperdagangkan dalam kisaran sempit setelah mengalami penurunan 1,3% pada sesi sebelumnya, ketika para trader mengambil keuntungan dari kenaikan harga emas yang baru-baru ini mencapai rekor tertinggi. Saat ini, harga emas berada di sekitar $2.914 per ons, hanya sekitar $40 di bawah rekor tertinggi yang dicapai pada hari Senin. Permintaan terhadap emas meningkat karena data ekonomi AS yang lemah, yang meningkatkan harapan bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga segera, serta ancaman tarif dari Presiden Donald Trump yang membuat investor mencari aset aman.Selain itu, minat terhadap dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) yang didukung emas juga meningkat, dengan aliran masuk terbesar sejak 2022. Penurunan kepercayaan konsumen di AS dan data ekonomi yang mengecewakan lainnya mendorong trader untuk memperkirakan penurunan suku bunga tahun ini, yang biasanya menguntungkan emas karena tidak memberikan bunga. Para investor juga menunggu data inflasi yang akan dirilis pada hari Jumat untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang kebijakan moneter ke depan.
Pergerakan harga emas yang relatif stabil setelah penurunan tajam menunjukkan bahwa pasar sedang menunggu sinyal lebih jelas dari data ekonomi dan kebijakan moneter. Minat tinggi investor pada ETF emas dapat menjadi faktor penguat harga yang signifikan dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik dan ekonomi saat ini.