Harga Emas Dekati Rekor Akibat Ketidakpastian Tarif dan Kebijakan Moneter AS
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
27 Feb 2025
134 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Harga emas tetap tinggi karena ketidakpastian politik dan ekonomi.
Pernyataan Trump mengenai tarif dapat mempengaruhi pasar global.
Data inflasi yang akan datang dapat memberikan wawasan tentang kebijakan moneter di masa depan.
Emas tetap stabil dekat rekor tertingginya setelah pernyataan terbaru Presiden Donald Trump mengenai rencana tarifnya, termasuk untuk Uni Eropa. Emas diperdagangkan sekitar Rp 48.76 juta ($2,920) per ons, hanya kurang dari Rp 668.00 ribu ($40) dari rekor tertinggi sebelumnya. Trump mengumumkan bahwa tarif 25% akan dikenakan pada Uni Eropa, tetapi tidak menjelaskan apakah tarif tersebut akan berlaku untuk semua ekspor atau hanya untuk produk tertentu. Ketidakpastian ini, bersama dengan situasi geopolitik yang tidak stabil, membuat emas semakin dilihat sebagai tempat aman untuk berinvestasi.
Selain itu, data ekonomi AS yang lemah membuat para trader memperkirakan bahwa ada kemungkinan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve. Penurunan suku bunga biasanya menguntungkan emas karena emas tidak memberikan bunga. Para investor juga menunggu data inflasi yang akan dirilis pada hari Jumat untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang kebijakan moneter ke depan. Saat ini, harga emas sedikit naik menjadi Rp 48.73 juta ($2,918) .21 per ons.
Analisis Ahli
Mohamed El-Erian
Ketidakpastian kebijakan perdagangan dapat memperpanjang periode volatilitas pasar, memaksa investor mencari aset yang lebih aman seperti emas dan obligasi pemerintah.Catherine Mann
Tarif yang tidak jelas dan risiko perlambatan ekonomi global menjadi katalis utama harga emas yang naik, terutama dengan berkurangnya harapan kenaikan suku bunga.