Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Larangan Ekspor Kobalt Kongo Dorong Naiknya Saham dan Harga Kobalt di Pasar Global

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
News Publisher
25 Feb 2025
250 dibaca
1 menit
Larangan Ekspor Kobalt Kongo Dorong Naiknya Saham dan Harga Kobalt di Pasar Global

AI summary

Larangan ekspor kobalt dari Kongo dapat mengubah dinamika pasar kobalt global.
Perusahaan-perusahaan kobalt di China mengalami lonjakan saham sebagai respons terhadap larangan tersebut.
Kongo menyuplai sekitar tiga perempat dari total produksi kobalt dunia, sehingga kebijakan ini memiliki dampak signifikan.
Saham kobalt di China naik setelah pemerintah Republik Demokratik Kongo mengumumkan larangan ekspor kobalt selama empat bulan. Kongo adalah produsen utama kobalt di dunia, menyuplai sekitar tiga perempat dari total produksi global. Larangan ini bertujuan untuk mengurangi kelebihan pasokan kobalt yang telah menekan harga. Beberapa perusahaan seperti Nanjing Hanrui Cobalt Co. dan Zhejiang Huayou Cobalt Co. mengalami lonjakan harga saham, sementara CMOC Group Ltd. mengalami penurunan.Meskipun larangan ini dapat mengurangi pasokan kobalt global sekitar 20.000 ton, analis mengatakan pasar masih memiliki cukup persediaan untuk mengatasi kekurangan tersebut. Kenaikan harga kobalt ini bisa menjadi keuntungan bagi Indonesia, yang merupakan produsen kobalt terbesar kedua dan semakin mendapatkan pangsa pasar global berkat investasi dari China.

Experts Analysis

Xu Aidong
Pasokan global kobalt akan berkurang sekitar 20.000 ton, namun stok yang ada saat ini cukup untuk menutupi kekosongan jangka pendek.
Editorial Note
Langkah Kongo untuk membatasi ekspor kobalt merupakan strategi jitu untuk memulihkan harga yang telah jatuh di bawah level yang menguntungkan produsen. Namun, ini bisa memicu ketegangan pasar sementara karena produsen lain mungkin belum siap sepenuhnya mengisi kekosongan tersebut.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.