Bank of Japan Siap Naikkan Suku Bunga Gara-gara Tarif dan Inflasi
Bisnis
Ekonomi Makro
21 Feb 2025
163 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Bank of Japan mungkin akan menaikkan suku bunga untuk mengatasi inflasi yang meningkat.
Kebijakan tarif Donald Trump dapat memiliki dampak signifikan pada ekonomi Jepang.
Kelemahan yen dapat memperburuk inflasi dan mempengaruhi keputusan kebijakan moneter di Jepang.
Bank of Japan (BOJ) mungkin akan menaikkan suku bunga pada bulan Maret jika Presiden AS Donald Trump melanjutkan ancaman tarifnya, yang dapat meningkatkan tekanan inflasi di Jepang. Sayuri Shirai, mantan anggota dewan BOJ, mengatakan bahwa tarif baru yang dikenakan pada barang impor dari China dan kemungkinan tarif pada barang Eropa dapat menyebabkan inflasi global. Meskipun banyak ekonom memperkirakan BOJ akan menaikkan suku bunga menjadi 0,75% pada kuartal ketiga tahun ini, tidak ada yang mengharapkan kenaikan suku bunga pada pertemuan bulan Maret.
Shirai menjelaskan bahwa Jepang menghadapi inflasi yang didorong oleh biaya, terutama karena yen yang lemah membuat harga barang impor menjadi lebih mahal. Meskipun yen telah pulih dari posisi terendahnya, banyak analis masih menganggapnya undervalued. Gubernur BOJ, Kazuo Ueda, siap untuk terus menaikkan suku bunga jika upah meningkat, yang dapat membantu konsumsi. Shirai juga menambahkan bahwa BOJ mungkin ingin menaikkan suku bunga untuk memiliki ruang untuk menurunkannya jika ekonomi memburuk.
Analisis Ahli
Sayuri Shirai
BOJ harus terus menaikkan suku bunga untuk mengatasi inflasi biaya akibat yen yang melemah dan tarif impor asing.Kazuo Ueda
Kenaikan suku bunga bergantung pada keberlanjutan kenaikan upah yang mendukung konsumsi domestik.