Bank of Japan Tahan Suku Bunga Karena Dampak Perang Dagang dan Inflasi
Bisnis
Ekonomi Makro
19 Mar 2025
140 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Bank of Japan mempertahankan suku bunga kunci di tengah ketidakpastian global.
Kebijakan perdagangan Donald Trump berdampak pada ekonomi dan kebijakan moneter di seluruh dunia.
Kenaikan upah di Jepang dapat mempengaruhi keputusan suku bunga di masa depan.
Bank of Japan (BoJ) memutuskan untuk tidak mengubah suku bunga kunci mereka dan memperingatkan tentang ketidakpastian ekonomi akibat perang dagang yang dipicu oleh Donald Trump. Setelah hampir dua dekade menerapkan kebijakan moneter yang sangat longgar, BoJ mulai menaikkan suku bunga tahun lalu. Namun, ketidakpastian yang ditimbulkan oleh kebijakan perdagangan Trump membuat bank sentral di seluruh dunia harus meninjau kembali kebijakan mereka. BoJ mengungkapkan bahwa ada banyak ketidakpastian mengenai aktivitas ekonomi dan harga di Jepang.
Gubernur BoJ, Kazuo Ueda, menyatakan bahwa tarif impor dapat mempengaruhi ekonomi, termasuk produksi dan inflasi. Meskipun inflasi di Jepang telah melebihi target dua persen, BoJ ingin melihat dampak dari perubahan kebijakan sebelum mengambil langkah lebih lanjut. Jika negosiasi upah musim semi menghasilkan kenaikan gaji yang signifikan, ada kemungkinan BoJ akan menaikkan suku bunga lagi dalam waktu dekat.
Analisis Ahli
Stefan Angrick
BoJ tampaknya optimis dengan kondisi ekonomi yang membaik sehingga mungkin akan melanjutkan pengetatan kebijakan secara bertahap setelah melihat hasil dari kenaikan suku bunga Januari.Stephen Innes
Bank sentral besar di dunia, termasuk Fed dan BoE, cenderung menahan suku bunga untuk memantau efek perang dagang yang memicu ketidakpastian ekonomi global.Katsutoshi Inadome
Jika perundingan upah tahunan menghasilkan kenaikan gaji yang signifikan, BoJ akan mempertimbangkan dua kali kenaikan suku bunga yang lebih agresif dalam enam bulan ke depan.