Tarif AS Guncang Ekonomi Jepang, BOJ Tunda Kenaikan Suku Bunga
Bisnis
Ekonomi Makro
04 Apr 2025
85 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Tarif baru dari AS dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi Jepang.
Bank of Japan harus menyeimbangkan antara inflasi domestik dan risiko pertumbuhan akibat tarif.
Kenaikan suku bunga Bank of Japan mungkin tertunda, tetapi tetap menjadi kemungkinan di masa depan.
Presiden Donald Trump baru saja mengumumkan tarif baru sebesar 25% untuk impor mobil dan 24% untuk barang-barang Jepang lainnya. Langkah ini diperkirakan akan berdampak besar pada ekonomi Jepang yang bergantung pada ekspor, dengan analisis yang menyebutkan bahwa tarif ini bisa mengurangi pertumbuhan ekonomi Jepang hingga 0,8%. Bank of Japan (BOJ) mungkin akan menunda rencana untuk menaikkan suku bunga karena kekhawatiran terhadap dampak negatif dari tarif tersebut.
Meskipun BOJ telah menaikkan suku bunga tiga kali, suku bunga saat ini masih rendah di 0,5%. Inflasi di Jepang telah melebihi target 2% selama hampir tiga tahun, sebagian besar disebabkan oleh melemahnya yen yang meningkatkan biaya impor. Para ekonom memperkirakan bahwa BOJ akan menunda kenaikan suku bunga pada pertemuan mendatang, tetapi ada kemungkinan untuk menaikkan suku bunga di bulan Juni atau Juli jika kondisi ekonomi membaik.
Gubernur BOJ, Kazuo Ueda, menyatakan bahwa mereka akan terus memantau dampak tarif Trump terhadap ekonomi Jepang. Meskipun ada kekhawatiran, jika yen kembali melemah, itu bisa meningkatkan tekanan inflasi dan mendorong BOJ untuk menaikkan suku bunga lebih cepat. Yen telah menguat hampir 7% terhadap dolar AS tahun ini, tetapi jika tarif menyebabkan inflasi di AS tetap tinggi, yen bisa kembali melemah.
Analisis Ahli
Seisaku Kameda
Rate hike Mei jelas batal, tapi kenaikan suku bunga dapat terjadi kembali pada Juni atau Juli untuk mengatasi tekanan inflasi.Mari Iwashita
Trump memberi BOJ alasan untuk menunda, tapi kebijakan normalisasi akan tetap dilanjutkan saat kondisi memungkinkan.Kazuo Momma
Jika yen melemah ke sekitar 160 per dolar, itu akan menjadi titik kritik yang memaksa BOJ untuk bertindak menaikkan suku bunga.