Aliran Minyak Iran ke China Pulih Meski Sanksi AS Makin Ketat
Bisnis
Ekonomi Makro
19 Feb 2025
12 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Aliran minyak dari Iran ke Cina meningkat setelah mengatasi hambatan logistik.
Sanksi AS terhadap Iran berdampak pada perdagangan minyak, tetapi adaptasi cepat terjadi di pasar.
Cina tetap menjadi importir utama minyak Iran meskipun ada tekanan dari sanksi.
Pengiriman minyak dari Iran ke China meningkat bulan ini setelah para pedagang berhasil mengatasi masalah logistik yang disebabkan oleh pembatasan ketat dari AS. Hal ini memungkinkan pembeli di China, yang merupakan pengimpor terbesar, untuk mengatasi tumpukan pengiriman yang tertunda. Menurut data awal, impor minyak Iran ke China diperkirakan mencapai 1,74 juta barel per hari pada bulan Februari, meningkat 86% dibandingkan bulan Januari dan merupakan angka tertinggi sejak Oktober.
Meskipun perdagangan minyak ini merupakan sumber pendapatan penting bagi Iran, mereka menghadapi tekanan dari sanksi AS yang semakin ketat. Pejabat AS menyatakan tujuan mereka adalah mengurangi ekspor minyak Iran hingga kurang dari 10% dari tingkat saat ini. Meskipun banyak tanker dan pedagang yang dikenakan sanksi, para pedagang menemukan cara untuk tetap beroperasi dengan menggunakan tanker yang tidak dikenakan sanksi dan perusahaan baru.
Analisis Ahli
Fatih Birol (Executive Director of IEA)
Pasar minyak global terus menunjukkan dinamika tinggi di tengah ketegangan geopolitik, dan strategi pengalihan logistik menjadi alat penting agar suplai tetap terjaga walau ada sanksi.