Pasar Saham Asia Tertekan Ancaman Tarif AS dan Ketegangan Global
Bisnis
Ekonomi Makro
19 Feb 2025
97 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Ketidakpastian geopolitik dan ancaman perang dagang mempengaruhi pasar saham.
Kebijakan tarif yang diusulkan oleh Donald Trump dapat berdampak besar pada ekonomi global.
Perkembangan dalam teknologi dan kebijakan moneter tetap menjadi fokus utama bagi investor.
Pasar saham Asia diperkirakan akan mengalami penurunan awal karena kekhawatiran akan perang dagang global yang lebih luas dan ketidakpastian geopolitik. Beberapa bursa seperti Sydney, Hong Kong, dan Shanghai diprediksi akan turun, sementara Tokyo tampak stabil. Presiden AS, Donald Trump, mengancam akan mengenakan tarif sekitar 25% pada impor mobil, semikonduktor, dan obat-obatan, yang dapat diumumkan pada 2 April. Di sisi lain, ada harapan positif di Asia setelah pertemuan publik antara Presiden Xi Jinping dan para pemimpin teknologi, yang menunjukkan kemungkinan perubahan kebijakan untuk mendukung sektor swasta.
Di pasar lain, harga minyak naik setelah OPEC+ mempertimbangkan untuk menunda peningkatan pasokan, dan harga emas juga meningkat mendekati rekor tertinggi. Beberapa perusahaan besar seperti Southwest Airlines mengumumkan pemotongan pekerjaan untuk mengurangi biaya, sementara perusahaan lain seperti Constellation Brands mengalami lonjakan setelah Berkshire Hathaway berinvestasi. Secara keseluruhan, meskipun ada beberapa perkembangan positif, ketidakpastian di pasar global tetap menjadi perhatian utama bagi investor.
Analisis Ahli
Matt Maley
Kami perlu melihat penembusan signifikan dari S&P 500 di atas rekor sebelumnya agar bisa dianggap sebagai perkembangan yang kuat.Hiroshi Nakaso
Bank Jepang akan melanjutkan kenaikan suku bunga menuju 1% dan akan menyesuaikan lagi tergantung kondisi ekonomi.Mary Daly
Kebijakan moneter AS perlu tetap ketat sampai inflasi menunjukkan penurunan yang berkelanjutan.