Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Ancaman Tarif AS Memicu Tekanan Pasar Saham Asia dan Ketidakpastian Global

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (1y ago) macro-economics (1y ago)
19 Feb 2025
155 dibaca
1 menit
Ancaman Tarif AS Memicu Tekanan Pasar Saham Asia dan Ketidakpastian Global

Rangkuman 15 Detik

Ancaman tarif dari Donald Trump dapat mempengaruhi pasar saham dan investor di Asia.
Pertemuan antara pejabat AS dan Rusia menunjukkan upaya untuk mencari solusi terkait konflik di Ukraina.
Dukungan Xi Jinping terhadap sektor teknologi dapat menjadi sinyal positif bagi ekonomi Tiongkok.
Saham Asia diperkirakan akan mengalami penurunan awal karena ketegangan perdagangan global dan ketidakpastian geopolitik yang terus mempengaruhi investor. Presiden Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif sekitar 25% pada impor mobil, semikonduktor, dan obat-obatan, yang dapat diumumkan pada 2 April. Meskipun indeks S&P 500 sedikit naik, banyak saham teknologi besar mengalami penurunan. Di sisi lain, ada harapan positif di Asia setelah Presiden Xi Jinping bertemu dengan pemimpin perusahaan teknologi, yang menunjukkan kemungkinan dukungan lebih besar untuk sektor swasta. Di pasar lain, harga minyak naik setelah OPEC+ mempertimbangkan untuk menunda peningkatan pasokan, sementara harga emas juga meningkat mendekati rekor tertinggi. Beberapa perusahaan besar seperti Southwest Airlines dan Conagra Brands mengalami perubahan signifikan, termasuk pemotongan pekerjaan dan penurunan proyeksi pendapatan. Dalam minggu ini, beberapa acara penting akan terjadi, termasuk keputusan suku bunga di Selandia Baru dan rilis data ekonomi di AS dan Eropa.

Analisis Ahli

Matt Maley
Kenaikan S&P 500 baru-baru ini masih belum cukup kuat untuk mendefinisikan tren bullish yang meyakinkan, dan kemungkinan pasar masih akan bergerak sideways jika tidak ada sentimen positif kuat.
Hiroshi Nakaso
Bank Jepang kemungkinan akan terus menaikkan suku bunga mendekati 1%, dan akan mencari peluang kenaikan lebih lanjut tergantung pada kondisi ekonomi yang ada.
Mary Daly
Kebijakan moneter harus tetap ketat sampai inflasi benar-benar menunjukkan kemajuan signifikan, yang diperkirakan akan terjadi secara bertahap dalam waktu dekat.