Pasar Saham Asia Tertekan, Ancaman Tarif AS dan Ketegangan Global Meningkat
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
19 Feb 2025
215 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Ketidakpastian geopolitik dan ancaman perang dagang mempengaruhi pasar saham Asia.
Donald Trump mengancam untuk memberlakukan tarif tinggi yang dapat berdampak pada ekonomi global.
OPEC+ mempertimbangkan untuk menunda peningkatan pasokan minyak, yang dapat mempengaruhi harga energi.
Pasar saham Asia diperkirakan akan mengalami penurunan awal karena ketidakpastian geopolitik dan ancaman perang dagang global yang lebih luas. Presiden AS, Donald Trump, mengancam akan mengenakan tarif sekitar 25% pada impor mobil, semikonduktor, dan obat-obatan, yang dapat diumumkan pada 2 April. Meskipun ada kenaikan kecil di pasar saham AS, seperti S&P 500 yang naik 0,2%, banyak investor tetap khawatir tentang situasi ini. Di sisi lain, ada harapan positif di Asia setelah pertemuan antara Presiden Xi Jinping dan para pemimpin teknologi, yang menunjukkan kemungkinan dukungan lebih besar untuk sektor swasta.
Di pasar lain, harga minyak naik setelah OPEC+ mempertimbangkan untuk menunda peningkatan pasokan, dan harga emas juga meningkat mendekati rekor tertinggi. Beberapa perusahaan besar seperti Southwest Airlines dan Conagra Brands mengalami perubahan signifikan, termasuk pemotongan pekerjaan dan penurunan proyeksi pendapatan. Dalam minggu ini, beberapa acara penting akan berlangsung, termasuk keputusan suku bunga di Selandia Baru dan laporan dari Federal Reserve AS.
Analisis Ahli
Matt Maley
Jika S&P 500 tidak mampu menembus rekor tertinggi secara signifikan, ini menunjukkan pasar masih dalam fase konsolidasi dan belum siap untuk tren bullish kuat.Mary Daly
Kebijakan moneter harus tetap ketat sampai inflasi menurun secara signifikan, yang diperkirakan akan terjadi secara bertahap dalam beberapa waktu ke depan.Hiroshi Nakaso
Bank of Japan akan menaikkan suku bunga menuju 1%, dengan kemungkinan penyesuaian lebih lanjut sesuai kondisi ekonomi.