OpenAI baru saja meluncurkan alat baru bernama 'deep research' yang memungkinkan pengguna untuk mengumpulkan informasi dari banyak situs web dan menyusunnya menjadi laporan yang terperinci. Alat ini dapat menyelesaikan pekerjaan yang biasanya memakan waktu berjam-jam hanya dalam beberapa menit. Banyak ilmuwan yang mencoba alat ini merasa terkesan karena kemampuannya dalam menulis tinjauan literatur dan menemukan kekurangan dalam pengetahuan. Namun, ada juga yang merasa bahwa hasilnya masih perlu banyak perbaikan jika dibandingkan dengan pekerjaan manusia.Meskipun banyak pengguna yang mengagumi kedua alat ini, termasuk yang dari Google, ada beberapa peringatan tentang akurasi informasi yang dihasilkan. OpenAI mengakui bahwa alatnya masih dalam tahap awal dan memiliki beberapa keterbatasan, seperti kesalahan dalam kutipan dan fakta. Oleh karena itu, penting bagi pengguna untuk memeriksa kembali informasi yang diberikan oleh alat ini. Para ahli percaya bahwa alat seperti ini bisa sangat berguna untuk memperbarui tinjauan yang ditulis oleh manusia, tetapi tetap harus digunakan dengan hati-hati.
Alat seperti 'deep research' dari OpenAI menunjukkan lompatan besar dalam efisiensi riset ilmiah, namun tidak boleh dianggap sebagai pengganti total peneliti manusia karena masih berpotensi menghasilkan kesalahan yang kritis. Keseimbangan antara otomatisasi dan verifikasi manusia harus dijaga agar kualitas dan kredibilitas riset tetap terjaga.