Perplexity, Google, dan OpenAI Bersaing Hadirkan Fitur Deep Research AI
Teknologi
Kecerdasan Buatan
16 Feb 2025
283 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Perplexity Deep Research menawarkan alat penelitian yang lebih cepat dan gratis dibandingkan dengan pesaingnya.
Fitur ini dirancang untuk memberikan jawaban yang lebih mendalam dan akurat untuk penggunaan profesional.
Perbandingan kinerja antara berbagai alat penelitian menunjukkan bahwa Perplexity memiliki keunggulan dalam kecepatan dan aksesibilitas.
Perplexity baru saja meluncurkan fitur baru bernama Deep Research, yang merupakan alat penelitian mendalam untuk membantu pengguna mendapatkan jawaban yang lebih detail dan profesional. Fitur ini mirip dengan yang diluncurkan oleh Google dan OpenAI sebelumnya. Deep Research dapat digunakan di web dan akan segera tersedia di aplikasi Mac, iOS, dan Android. Pengguna hanya perlu memilih opsi "Deep Research" saat mengajukan pertanyaan, dan alat ini akan menghasilkan laporan yang dapat diekspor sebagai PDF atau dibagikan. Perplexity mengklaim bahwa alat ini dapat melakukan penelitian dengan cara yang mirip dengan manusia, dan telah menunjukkan kinerja yang baik dalam uji coba akademis.
Sementara OpenAI mengenakan biaya Rp 3.34 juta ($200) per bulan untuk fitur serupa, Perplexity menawarkan Deep Research secara gratis dengan batasan jumlah pertanyaan untuk pengguna non-subscriber. Alat ini juga lebih cepat dalam menyelesaikan tugas, biasanya dalam waktu kurang dari tiga menit. Meskipun alat-alat ini menjanjikan kemudahan dalam penelitian, ada kekhawatiran bahwa terlalu bergantung pada teknologi ini dapat mengurangi kesempatan untuk mengembangkan ide-ide kreatif kita sendiri.
Analisis Ahli
Andrew Ng
Penerapan AI untuk riset mendalam adalah langkah penting memajukan produktivitas riset, tapi AI harus dipandang sebagai alat bantu bukan pengganti kreativitas manusia.

