Pasar saham di Asia diperkirakan akan naik setelah saham dan obligasi di Wall Street mengalami kenaikan. Meskipun ada tantangan seperti tarif perdagangan dan hasil pendapatan teknologi yang mengecewakan, indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 mencatatkan kenaikan selama dua hari berturut-turut. Namun, ada kekhawatiran tentang permintaan yang lebih lemah untuk layanan di AS, yang dapat mempengaruhi aktivitas ekonomi ke depan. Selain itu, pasar tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda kekuatan, yang menjadi perhatian bagi pejabat Federal Reserve dalam menentukan kebijakan suku bunga.Di sisi lain, harga emas mencapai rekor tertinggi karena kekhawatiran pasar, sementara harga minyak AS turun lebih dari 2%. China juga meminta pembicaraan dengan AS terkait tarif yang dikenakan pada impor mereka. Beberapa perusahaan teknologi besar mengalami penurunan nilai saham setelah hasil pendapatan yang tidak memuaskan, sementara Nvidia mengalami kenaikan meskipun masih jauh dari nilai tertinggi sebelumnya. Dalam minggu ini, beberapa data penting akan dirilis, termasuk laporan penjualan ritel di Eropa dan klaim pengangguran di AS.
Ketidakpastian tarif dan laporan laba yang variatif telah menciptakan suasana pasar yang berhati-hati dan penuh spekulasi. Dalam situasi ini, investor harus tetap waspada terhadap kemungkinan gelombang kejutan yang dapat secara drastis mengubah arah pasar.