Pasar saham di Asia mengalami kenaikan tertinggi dalam tujuh minggu terakhir setelah saham dan obligasi di Wall Street juga naik. Meskipun ada ketidakpastian akibat tarif perdagangan dan hasil keuangan teknologi yang kurang memuaskan, saham di China dan Hong Kong menunjukkan peningkatan. Namun, pasar saham India mengalami penurunan. Kebijakan tarif yang berubah-ubah dari pemerintah AS, terutama terkait dengan China, telah mempengaruhi minat investasi, meskipun saat ini pasar Asia tampak lebih stabil.Di sisi lain, yen Jepang menguat sedikit terhadap dolar AS, sementara inflasi di Vietnam meningkat dengan cepat. Di Eropa, Bank of England diperkirakan akan menurunkan suku bunga, dan harga emas terus naik karena kekhawatiran akan ketatnya pasar. Beberapa peristiwa penting yang akan datang termasuk pengumuman hasil penjualan ritel di zona euro dan keputusan suku bunga di Inggris.
Perubahan kebijakan tarif yang sering oleh AS menciptakan ketidakpastian yang merugikan pasar, meskipun ada tanda-tanda pemulihan. Investor harus mengantisipasi volatilitas lebih lanjut karena faktor politik masih sangat dominan dalam menentukan arah pasar ke depan.