Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pasar Global Tunggu Data Pekerjaan AS untuk Tentukan Arah Suku Bunga

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
News Publisher
07 Feb 2025
250 dibaca
1 menit
Pasar Global Tunggu Data Pekerjaan AS untuk Tentukan Arah Suku Bunga

AI summary

Pasar saham Asia diperkirakan akan mengalami penurunan pada hari Jumat setelah pergerakan yang tenang di Wall Street. Para trader sedang menunggu data pekerjaan AS yang akan memberikan petunjuk tentang arah suku bunga ke depan. Yen Jepang menguat terhadap dolar AS, dan Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, akan bertemu dengan Presiden AS, Donald Trump. Di sisi lain, laporan pekerjaan yang akan dirilis diharapkan menunjukkan penambahan 175.000 pekerjaan baru di ekonomi AS, yang dapat mempengaruhi keputusan Federal Reserve mengenai suku bunga.Sementara itu, beberapa perusahaan seperti Qualcomm dan Amazon mengalami penurunan saham karena kekhawatiran tentang permintaan dan hasil yang lebih rendah dari perkiraan. Di Inggris, Bank of England menurunkan suku bunga dan memperkirakan inflasi yang lebih tinggi. Di Asia, data yang akan dirilis mencakup pengeluaran rumah tangga Jepang dan keputusan suku bunga di India, di mana diperkirakan akan ada penurunan suku bunga. Para ekonom juga memperkirakan revisi besar pada data pekerjaan sebelumnya, yang dapat mempengaruhi pandangan pasar terhadap kekuatan pasar tenaga kerja.

Experts Analysis

Tom Essaye
Jika data pekerjaan menunjukkan kondisi Goldilocks, pasar akan didukung meskipun masih ada kebisingan dari isu tarif dan kebijakan; sebaliknya, laporan yang buruk akan menambah tekanan pada aset berisiko.
Gaurav Mallik
Jika angka pekerjaan berada dalam kisaran 170.000-200.000, pasar akan merespons dengan tenang; angka jauh lebih tinggi akan menghapus ekspektasi pemotongan suku bunga sementara angka lebih rendah akan mengkhawatirkan pasar mengenai melemahnya pasar tenaga kerja.
Editorial Note
Data pekerjaan AS selalu menjadi titik fokus utama bagi pasar keuangan karena dampaknya langsung terhadap kebijakan moneter dan sentimen investor global. Mengingat revisi besar dalam laporan Januari, investor harus tetap hati-hati dan tidak terlalu bereaksi keras sebelum melihat gambaran penuh hasilnya.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.