Pasar saham Asia diperkirakan akan mengalami penurunan pada hari Jumat setelah pergerakan yang tenang di Wall Street. Para trader sedang menunggu data pekerjaan AS yang akan memberikan petunjuk tentang arah suku bunga ke depan. Yen Jepang menguat terhadap dolar AS, dan Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, akan bertemu dengan Presiden AS, Donald Trump. Di sisi lain, laporan pekerjaan yang akan dirilis diharapkan menunjukkan penambahan 175.000 pekerjaan baru di ekonomi AS, yang dapat mempengaruhi keputusan Federal Reserve mengenai suku bunga.Sementara itu, beberapa perusahaan seperti Qualcomm dan Amazon mengalami penurunan saham karena kekhawatiran tentang permintaan dan hasil yang lebih rendah dari perkiraan. Di Inggris, Bank of England menurunkan suku bunga dan memperkirakan inflasi yang lebih tinggi. Di Asia, data yang akan dirilis mencakup pengeluaran rumah tangga Jepang dan keputusan suku bunga di India, di mana diperkirakan akan ada penurunan suku bunga. Para ekonom juga memperkirakan revisi besar pada data pekerjaan sebelumnya, yang dapat mempengaruhi pandangan pasar terhadap kekuatan pasar tenaga kerja.
Data pekerjaan AS selalu menjadi titik fokus utama bagi pasar keuangan karena dampaknya langsung terhadap kebijakan moneter dan sentimen investor global. Mengingat revisi besar dalam laporan Januari, investor harus tetap hati-hati dan tidak terlalu bereaksi keras sebelum melihat gambaran penuh hasilnya.