Pada hari Jumat, saham teknologi China memberikan dorongan positif bagi pasar saham Asia, meskipun ada tekanan jual di Jepang. Indeks Hang Seng di Hong Kong mencapai level tertinggi sejak November, didorong oleh minat terhadap perusahaan internet China setelah peluncuran model kecerdasan buatan yang murah dari startup DeepSeek. Sementara itu, pasar Jepang mengalami penurunan karena yen yang lebih kuat, tetapi para trader tetap menunggu data pekerjaan AS yang akan dirilis, yang dapat mempengaruhi kebijakan suku bunga di masa depan.Di India, bank sentral mengumumkan pemotongan suku bunga pertama sejak 2020, yang memperkuat nilai rupee India. Selain itu, laporan pekerjaan AS yang diharapkan menunjukkan penambahan 175.000 pekerjaan baru akan menjadi fokus utama, dengan prediksi bahwa hasil yang lebih kuat dapat mengurangi kemungkinan pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve. Secara keseluruhan, pasar menunjukkan pergerakan yang campur aduk menjelang rilis data penting ini.
Pasar sedang dalam fase menunggu dan kehati-hatian yang tinggi menjelang data pekerjaan AS, yang menjadi penentu arah kebijakan moneter global. Kenaikan saham teknologi di China menunjukkan sentimen positif terhadap inovasi AI, namun tekanan global dan kebijakan fiskal yang ketat masih menjadi penghambat utama bagi pertumbuhan pasar.