Para pedagang di Tiongkok merasa cemas menjelang pembukaan pasar pada hari Rabu karena ketegangan perdagangan dengan AS yang kembali meningkat. Presiden Donald Trump baru saja menerapkan tarif 10% pada barang-barang Tiongkok, dan Tiongkok merespons dengan penyelidikan antimonopoli terhadap Google. Meskipun ada ketidakpastian, beberapa analis percaya bahwa kedua negara mungkin masih ingin bernegosiasi untuk menghindari konflik yang lebih besar. Indeks saham Tiongkok di Hong Kong menunjukkan ketahanan yang mengejutkan, dan ada harapan bahwa pembicaraan antara Trump dan Presiden Xi Jinping dapat menghasilkan kesepakatan sementara.Sementara itu, ekonomi Tiongkok menunjukkan tanda-tanda perlambatan, dengan aktivitas manufaktur yang menurun dan penjualan properti yang masih lesu. Namun, ada optimisme terkait kemajuan dalam teknologi, seperti startup kecerdasan buatan DeepSeek, yang dapat membantu Tiongkok mencapai kemandirian teknologi. Meskipun ada kemungkinan tarif yang lebih tinggi dari AS, spekulasi bahwa Tiongkok akan meningkatkan stimulus ekonomi dapat membantu membatasi penurunan aset lokal. Pemerintah juga berencana untuk mendorong investasi jangka panjang di pasar saham, yang dapat memberikan dukungan bagi pertumbuhan pasar di masa depan.
Ketegangan perdagangan ini menjadi ujian nyata bagi stabilitas ekonomi China di tengah perlambatan aktivitas manufaktur dan sektor properti yang masih lesu. Namun, adanya dukungan dari teknologi baru seperti DeepSeek dan harapan stimulus menandakan bahwa China cukup cerdik dalam mengelola dampak krisis ini sambil menjaga optimisme investor tetap hidup.